Site icon

Tren Tawuran di Kalangan Remaja, Bukti Bobroknya Mabda yang Diemban Negara

WhatsApp Image 2022-03-18 at 07.57.20

Oleh Astri Ahya Ningrum SPd (Praktisi Pendidikan)

Tak ada habisnya kekacauan yang terjadi di kalangan remaja. Remaja ini dinilai sangat rentan karena bisa saja terpengaruh oleh pergaulan yang tidak baik dan itu bisa membahayakan kehidupan. Apalagi kita tahu kehidupan remaja hari ini sangat memprihatinkan. Dari segi akidah, remaja hari ini sangat lemah sehingga dalam hal bertingkah laku banyak melakukan kesalahan.

Ditambah lagi memang banyak kita melihat kejahatan yang dilakukan oleh remaja. Misalnya saja tawuran antar pelajar, hal ini sangat sering terjadi di kalangan remaja dan seolah sudah menjadi tren yang harus dilakukan. Mereka hanya ingin mengadu siapa yang paling kuat dan hebat. Selain itu, mereka juga membawa senjata tajam. Padahal seharusnya hal ini tidak perlu untuk dilakukan.

Seperti yang baru saja terjadi. Kelompok remaja sedang mencari lawan untuk tawuran di media sosial. “Motifnya saat live, ada saja kelompok (lain) yang melihat dan menantang untuk melakukan perkelahian (tawuran). Akhirnya merasa sebal, mereka berkeliling mencari lawan yang menantang tersebut,” katanya. (detiknews.com, 27/02/2022).

Padahal, tawuran sama saja dengan mencari permusuhan hingga muncul rasa sombong di dalam diri, sehingga muncul rasa yang paling hebat. Sungguh miris hal seperti ini terjadi pada generasi hari ini.

“Barang siapa yang membesarkan (membanggakan) dirinya, dan berlagak sombong ketika ia berjalan, niscaya ia nanti akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan mendapatkan kemurkaan.” (HR Bukhari).

Tentu saja rusaknya kehidupan remaja hari ini tidak terjadi begitu saja, semua berawal dari Mabda yang diterapkan di negeri ini. Akibat Mabda yang diterapkan hari ini remaja telah jauh dari ajaran agamanya sendiri. Sehingga mereka selalu disibukkan dengan hal yang tidak bermanfaat dan lebih suka membuang-buang waktunya.

Sangat disayangkan padahal, masa remaja itu tak akan bisa terulang kembali, tetapi akibat Mabda hari ini, kehidupan remaja menjadi tak bermakna apa-apa.

Hal ini sungguh sangat berbeda jauh dengan Mabda Islam yang sudah terbukti mampu menjadikan remajanya sebagai orang-orang yang hebat sekaligus bertakwa kepada Allah SWT. Hal ini membuktikan bahwa Mabda dan sistem terbaik adalah Islam sebab, faktanya masih kita rasakan hingga hari ini dalam kisah-kisah para sahabat yang sangat luar biasa dengan berbagai prestasi yang diraih.

Maka, sudah seharusnya kita kembali kepada Mabda sekaligus sistem terbaik, yaitu Islam agar kehidupan para remajanya menjadi baik dan bisa membanggakan Islam. Sebagai generasi penerus peradaban sudah seharusnya kita menjadi generasi emas yang akan membawa Islam pada kegemilangannya seperti sediakala.

Wallahualam bissawab.

 

Exit mobile version