Site icon

Truk Fuso PT HKI Penyebab Kerusakan Jalan Simpang Talang Siku Desa Pinang Banjar?   

WhatsApp Image 2026-03-07 at 11.00.34

Kliksumatera.com, SEKAYU-  Tokoh masyarakat Kecamatan Sungai  Lilin  Desa Pinang Banjar Wahyu Adam   mengungkap salah satu penyebab kerusakan jalan dan jebolnya gorong-gorong di Simpang Talang Siku Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menuju kabupaten kini mulai hancur. ‘’Hal itu diduga akibat   yakni truk Fuso bermuatan Batu Seplit 32 tons  diduga milik  vendor  PT HKI (Hutama Karya Indonesia) yang melintas melebihi muatan ketahanan jalan yang telah ditetapkan sumbu 8 ton oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba),’’ ujarnya, Sabtu (7/3/26).

Konvoi puluhan kendaraan tersebut melintas setiap hari di Jalan Simpang Talang Siku Desa Pinang Banjar. ‘’Tunggu saatnya hancur!” ujar warga setempat seraya memprotes dengan  meletakkan “Ban Bekas”  di batas marka jalan.

“Kini tunggu saja saatnya kehancuran  jalan tersebut, jalan  yang sudah diperbaiki pemerintah  bukannya dijaga dan dipelihara, dan dirusak oleh Truk Fuso yang melintas setiap harinya muatannya melebihi sumbu muatan 8 ton, itu terjadi jalan di kawasan Simpang Talang Siku Desa Pinang Banjar  Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin  Provinsi Sumatra Selatan,’’ jelasnya lagi.

Penyebab Kerusakan jalan salah satunya, akibat dari lemahnya pengawasan pemerintah daerah sendiri, selain itu juga beban kendaraan yang keluar masuk juga melebihi kapasitas. “Seharusnya sejak lama pemerintah daerah bisa bersikap tegas, mengenai kerusakan jalan ini. Seperti halnya di Jalan Simpang Talang Siku  akses menuju kabupaten,  padahal itu adalah jalan permukiman warga  Desa Pinang Banjar  Kecamatan Sungai Lilin menuju Kabupaten, benar saja dibiarkan cepat rusak,” ungkap Wahyu.

Dia menilai kerusakan jalan bisa ditekan apabila ada ketegasan dari pemerintah daerah sendiri, jika truk Fuso  melintas tidak boleh lebih dari 8 ton. Kalau mau jangan mobil Fuso yang  masuk, truk biasa seperti kendaraan truk roda  6 milik warga yang melintas  bawa buah sawit .

 

Menurut Wahyu Adam, pemerintah mestinya menyurati menindak tegas kepada  pihak-pihak perusahaan  tersebut  untuk segera menyetop kendaraan Fuso yang muatannya melebihi sumbu 8 tons. Tidak dibiarkan seakan Pemerintah yang terkait  tutup mata,  tutup telinga, dan membiarkan kendaraan Fuso  tetap beroperasi melintas di Jalan Simpang Talang  Siku. “Sekarang kondisi jalannya sudah bergelombang  dan gorong-gorong jebol, sejumlah jalan pasca diperbaiki  tahun  lalu, dan tidak lama  lagi  jalan tersebut diperkirakan akan  hancur, karena Truk Fuso  milik PT. HKI  (Hutama Karya Indonesia)  bermuatan batu Seplit  42 ton dan  tidak bisa lagi ditambal sulam,’’ tandasnya.

Laporan : Khahar

Posting  : Imam Gazali

Exit mobile version