Site icon

Umat Harus Bersatu Membela Palestina di Bawah Naungan Khilafah

WhatsApp Image 2025-03-25 at 16.24.57

Oleh: Qomariah (Muslimah Peduli Generasi)

Ramadan adalah bulan perjuangan  bulan Istimewa umat Islam, tempat meraih keberkahan dan amal kebaikan. Namun sungguh berbeda dengan, muslim di Palestina mereka masih berjuang dalam mencari keadilan.

Zion*s Yahudi kembali membatasi ibadah umat Islam di Masjid Al -Aqsa selama Ramadan 2025. Rezim zion*s bahkan sudah menyiapkan personel keamanan untuk menindak tegas para pelanggar. Tahun ini, Ramadan di Palestina bertepatan dengan gencatan senjata yang rapuh di Gaza. Meski tidak ada aksi saling Serang sementara waktu, pemerintah zion*s Yahudi kembali membuat aturan tegas soal akses ibadah di Masjidil -Aqsa.

Terkait fakta zion*s Yahudi batasi umat Islam beribadah di Masjidil -Aqsa selama Ramadan 2025. Sebagai berikut;

Pertama; pemandangan biasa setiap tahun  pembatasan terhadap kegiatan umat Islam di Masjidil- Aqsa sudah biasa dilakukan pemerintah penduduk zion*s Yahudi. Katanya, mereka melakukan pembatasan guna menjaga keselamatan dan keamanan kompleks situs suci tersebut.

Kedua; ada syarat dan ketentuan ketat aturan yang dibuat zion*s Yahudi, terkait pembatasan pengunjung Masjidil- Aqsa punya beberapa syarat dan ketentuan.

Melansir Middle East Monitor, hal ini termasuk jumlah jemaah yang boleh masuk Ramadan. Hanya 10.000 muslim dari Palestina yang dibolehkan masuk di Masjidil- Aqsa selama Ramadan. Padahal, masjid ini memiliki kapasitas untuk menampung ratusan ribu jemaah.

Kemudian, hanya pria berusia 55 tahun ke atas dan wanita berusia di atas 50 tahun yang diizinkan memasuki kompleks masjid. Lagi, aturan tersebut dibuat dengan dalih keamanan, Sindonews (Selasa 4/3/2025).

Selagi tidak ada Junnah (perisai), lagi Dan lagi umat Islam Palestina selalu tertindas di bawah tekanan zion*s Yahudi, maka dengan itu umat Islam Palestina tidak boleh tertipu oleh tipu daya AS dan sekutunya.

Seharusnya di moment bulan Ramadan, seluruh umat Islam bergembira. Sebagaimana pada masa Rasulullah SAW, namun hari ini kaum Muslim di Palestina tidak bisa leluasa beribadah di  Masjidil -Aqsa, karena pembatasan yang dilakukan oleh tentara zion*s Yahudi selama Ramadan, dengan dalih keamanan.

Meski demikian, warga Palestina tetap menunjukkan antusiasme untuk shalat dan ifthar di Al- Quds. Meski menghadapi pembatasan ketat oleh zion*s Yahudi, umat Islam Palestina tetap semangat menjalankan ibadah Ramadan di Al-Quds.

Kaum muslim melakukan sahur dan ifthar Di pelataran Al- Aqsa, mereka juga melakukan salat fardu dan tarawih. Tercatat 70.000 jamaah melakukan shalat isya dan tarawih di Masjidil- Aqsa. Dan pada (18/3/2025) lebih dari 80.000 jemaah melaksanakan shalat Jumat kedua pada bulan Ramadan di kompleks Al -Aqsa.

Hamas juga mendorong Islam Palestina untuk melawan pembatasan keamanan. Mereka mengajak umat Islam di sana untuk tetap datang berbondong-bondong ke Al -Aqsa. sebagai bentuk penolakan pembatasan yang diberlakukan oleh zion*s Yahudi.

Pernyataan Hamas”jadikan hari-hari dan malam-malam Ramadan yang penuh berkah didedikasikan untuk ibadah, keteguhan hati, dan perlawanan terhadap musuh dan pemukiman (ilegal), serta untuk mempertahankan Yerusalem dan Al- Aqsa sampai terbebas dari pendudukan.”

Kita tentu sedih menyaksikan umat Islam Palestina tidak bisa leluasa melakukan ibadah di Al-Quds, pembatasan keamanan dan masih terjadinya serangan menunjukkan bahwa penjajahan masih eksis di Al-Quds. Keamanan kaum muslim Palestina tidak berada di tangan mereka, tetapi di tangan zion*s Yahudi.

Penjajah leluasa menginjakkan sepatu kotornya di Komplek Masjidil Aqsa, tetapi umat Islam justru tidak bisa mendekati masjid nan mulia ini. Gencatan senjata nan rapuh, tidak mengubah fakta bahwa Al -Quds masih terjajah. Kondisinya akan tetap demikian selama institusi zion*s Yahudi masih bercokol di bumi Palestina.

Bahwa 90% masalah dunia yang menyusahkan barat tidak hanya di Timur Tengah, melainkan juga di seluruh dunia. disebabkan adanya negara Yahudi di Palestina yang merupakan jantung dunia Islam.

Meski PBB telah berbagai mengeluarkan resolusi, Kencaman liga Arab, organisasi konferensi Islam (OKI). Negeri-negeri muslim maupun dunia, tidak ada satupun yang serius untuk mengusir penjajah zion*s  Yahudi dari Al-Quds. Tidak ada satupun dari mereka yang mengirimkan militer untuk mengusir zion*s dan membebaskan Al-Quds. Justru yang terjadi adalah penghianatan demi pengkhianatan.

Pembebasan Palestina harus dilakukan oleh umat Islam, baik di Palestina maupun seluruh penjuru dunia. Umat Islam Palestina tidak boleh menyerah, tidak boleh tertipu oleh rayuan dan tipu daya AS dan sekutunya, untuk melemahkan semangat juang para mujahid, umat Islam Palestina harus terus melawan zion*s Yahudi dengan jihad fisabilillah (hidup mulia atau mati syahid), adalah jalan hidup mereka.

Allah SWT berfirman; “Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, (tetapi) janganlah kalian melampaui batas, karena sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”(TQS.Al Baqarah: 190).

Ramadan adalah bulan penuh kemenangan, Islam hendaknya menyemarakkan Ramadan tidak hanya dengan ibadah ritual, tetapi juga perjuangan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan, bahwa kita sebagai umat Islam harus menjadikan pembebasan Palestina sebagai urusan bersama. Sebab akar masalah Palestina adalah; ketiadaan institusi (Khilafah) sebagai Junnah dan perisai bagi umat.

Jadi satu-satunya solusi Hakiki yang mampu terbukti, melindungi Palestina dari penjajah, hanyalah (Khilafah) di bawah kepemimpinan seorang (Khalifah). Insya Allah. Wallahu a’lam bishawab.

Exit mobile version