Site icon

Umat Islam Bagaikan Satu Tubuh, Apabila Ada Yang Sakit, Semuanya Merasa Sakit

WhatsApp Image 2025-05-30 at 07.45.39

Oleh: Qomariah (Muslimah Peduli Generasi)

Bahwa sikap abai dunia Islam terhadap Gaza adalah akibat sentimen kebangsaan, juga ikatan aqidah sesama muslim tidak tampil terdepan dalam menyikapi krisis kemanusiaan.

Hamas mengancam keras pernyataan anggota kongres AS Randy Fine yang menyerukan penggunaan bom nuklir di Jalur Gaza.

Kelompok perlawanan Palestina tersebut menyebut pernyataan itu “Hasutan”untuk melakukan genosida terhadap rakyat Palestina. “Seruan ekstremis ini adalah kejahatan besar dan memperlihatkan mentalitas fasis, rasis, yang menguasai pikiran jahat politisi AS,” kata Hamas dalam pernyataannya.

Hamas juga menyatakan bahwa seruan “mengerikan” itu tidak akan melemahkan perjuangan Palestina, tetapi “lagi-lagi mengungkap wajah asli” zion*s Yahudi dan “para pendukungnya.” ANTARA,(24/5/2025).

Padahal pernyataan anggota kongres AS Randy Fine, yang menyerukan penggunaan bom nuklir di jalur Gaza, adalah pernyataan yang tidak etis, tidak sah secara hukum internasional, dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan dan agama, pernyataan itu menjadi bukti nyata bahwa umat Islam mendapatkan penghinaan luar biasa ini.

Mirisnya lagi, pemimpin negeri muslim tak terdorong untuk menunjukkan pembelaan atas agamanya ini, bahkan mereka tetap tak bergeming demi menjaga kekuasaannya, padahal Gaza sungguh telah dihancurkan sedemikian rupa oleh kebiadaban zion*s Yahudi.

Meskipun Mesir berbatasan langsung dengan Gaza, Mesir enggan membuka pintu perbatasannya apalagi memberikan bantuan logistik. Negara-negara Arab lainnya malah menormalisasi hubungan dengan zion*s Yahudi, tanpa secuil pun kasih sayang terhadap Gaza. Sedangkan nun jauh di sana, ada Turki yang hanya bisa mengecam dengan berbusa-busa.

Ini semua menunjukkan bahwa sikap abai dunia Islam terhadap Gaza adalah; akibat sentimen kebangsaan.

Gambaran kerusakan dan kekejaman di Gaza menunjukkan buruknya sistem hidup hari ini, ide nasionalisme yang terlanjur mengakar di negeri-negeri muslim telah menjadi racun politik, yang menyebabkan negeri-negeri muslim tidak berkutik untuk membela saudaranya di Palestina.

Semestinya para penguasa negeri muslim bisa berbuat lebih banyak dari sekedar mengecam dan mengutuk ke brutalan zion*s Yahudi.

Ikatan aqidah sesama muslim tidak tampil terdepan dalam menyikapi krisis kemanusiaan besar-besaran di Gaza. Ide yang tak memuliakan manusia sebagai makhluk terbaik ciptaan Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda; “perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga. (Tidak bisa tidur) Dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Juga Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda; “hampir saja para umat (yang kafir dan sesat). Mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring. Kemudian seseorang bertanya,” katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata, “bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi, kalian Bagaikan sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah SWT akan menghilangkan rasa takut dalam hati musuh kalian, dan akan menimpakan dalam hati kalian wahn. “kemudian seseorang bertanya, “apa itu wahn?” Rasulullah berkata, “cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

Tegaknya sistem jahat kapitalisme telah membuat negeri-negeri Islam mati rasa, ketakpedulian mereka pada Gaza menegaskan sikap individualistis, padahal Gaza membutuhkan perkara yang lebih tinggi dari sekedar kepedulian mereka. Karena krisis di Gaza bukanlah serangan biasa, krisis di Gaza adalah genosida sebagai konsekuensi brutalnya sistem kapitalisme yang selama ini melahirkan dan mengasuh Israel/zion*s Yahudi.

Namun mirisnya lagi, para pemimpin muslim lebih sibuk dengan politik sekuler, bahkan lebih rela menjadi antek musuh Islam, ini mencerminkan rusaknya kepemimpinan dunia Islam saat ini. Krisis Gaza tidak hanya berupa krisis kemanusiaan, tetapi krisis Gaza adalah wujud peran ideologi. Di sana terjadi pertarungan antara “ideologi kufur kapitalisme dan ideologi sahih yakni, Islam.”sayang ideologi Islam sebagai lawan dan sifat dan bagi kapitalisme, baru diemban oleh individu dan belum diemban oleh negara.

Hanya sistem Islam satu-satunya solusi yang mampu mengatasi krisis Gaza dan Palestina. yaitu, dengan tegaknya daulah Islam (Khilafah islamiyah).

Dengan politik luar negerinya Khilafah akan berperan menjadi perisai bagi kaum muslim.

Rasulullah SAW bersabda; “sesungguhnya imam (Khalifah) itu Junnah (perisai) yang (orang-orang) akan berperang mendukungnya dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)-Nya.” (HR. Muttafaqun ‘alaihi).

Hadits ini menjelaskan, wajibnya mengangkat seorang Khalifah, sekaligus menjelaskan urgensi. kedudukan Khalifah, secara konsekuensi terhadap tegaknya hukum syari’at. Insya Allah.

Wallahu a’lam bishawab.

Exit mobile version