Site icon

Wajah Baru Desa Cikuya : Dari Pengabdian Prajurit Papua hingga Cahaya di Rumah Warga

WhatsApp Image 2026-02-27 at 07.54.18

Brebes – Deru mesin molen dan alat berat memecah keheningan Desa Cikuya, Kabupaten Brebes, Jumat (27/02/2026). Di balik debu semen dan terik matahari, terpancar semangat kemanunggalan TNI dan rakyat yang nyata dalam program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Bukan sekadar proyek fisik, TMMD kali ini adalah tentang harapan, keringat, dan senyum warga yang selama puluhan tahun menanti perubahan.

Di garis depan pembangunan, sosok Praka Martin mencuri perhatian. Prajurit asal Yonif 406/Chandra Kusuma ini datang jauh dari tanah kelahirannya di Papua untuk membangun desa di Jawa Tengah. Dengan cekatan, ia mengoperasikan mesin molen, memastikan setiap adukan semen sempurna untuk jalan desa.

“Membangun negeri itu dimulai dari desa. Jauh dari kampung halaman bukan penghalang untuk mengabdi,” tegas Praka Martin.

Tak jauh darinya, Serda Edi, sang operator excavator (Hexa) andalan Kodim 0713/Brebes, bekerja dengan presisi. Sebagai prajurit Korps Zeni TNI AD, kemahirannya meratakan medan ekstrem menjadi kunci percepatan pembangunan. Begitu pula dengan Prada Dani Edi Pratama dan Prada Duwi Laksono. Dua prajurit yang biasanya memegang setir truk ini, kini lincah mengendalikan gerobak cor (angkong) di jalur-jalur sempit demi memastikan material sampai ke titik sasaran.

Manfaat pembangunan ini dirasakan langsung oleh detak jantung kehidupan warga Cikuya. Ibu Castem (60) tak kuasa menahan haru. Penantian puluhan tahun untuk memiliki listrik sendiri akhirnya terwujud. Lewat program TMMD, KWH listrik mandiri kini terpasang di rumahnya.

“Alhamdulillah, sekarang rumah saya punya listrik sendiri, tidak perlu nyambung ke tetangga lagi. Terima kasih Pak TNI,” ucapnya sambil menatap meteran listrik barunya.

Kebahagiaan serupa dirasakan para petani. Ibu Turah (45), kini bisa melangkah mantap ke sawah tanpa rasa takut. Jalur yang dulunya rusak parah dan licin bak jebakan lumpur, kini telah diperkeras. “Sekarang tidak takut terpeleset lagi kalau mau ke sawah,” tuturnya lega.

Bahkan bagi Mbah Wariadi (85), peternak kambing tertua di desa tersebut, jalan baru ini adalah anugerah di usia senjanya. Meski mencari pakan tetap butuh perjuangan, setidaknya akses jalan yang bagus membuat langkah kakinya yang renta tak lagi berat terbebani medan yang rusak.

TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya membuktikan bahwa sinergi antara keahlian prajurit dan dukungan masyarakat adalah kekuatan utama pembangunan nasional. Dari tangan dingin para operator alat berat hingga binar mata warga yang kini menikmati listrik dan jalan layak, Desa Cikuya kini tengah menulis babak baru sejarahnya.(Pradista)

Exit mobile version