Kliksumatera.com, PADANG— Ribuan bangkai ikan keramba jaring apung (KJA) yang mengapung di perairan Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam dikeluhkan oleh masyarakat sekitar lantaran menimbulkan busuk menyengat.
Selain mencemari udara, bangkai ikan yang sengaja dibuang petani KJA itu juga menambah tingkat pencemaran lingkungan Danau Maninjau.
Pantauan Sabtu (1/1), bau menyengat bangkai ikan itu mulai tercium dari Nagari Bayua hingga Nagari Maninjau. Kondisi ini sudah terjadi sejak 3 hari lalu pasca musibah kematian ikan KJA secara massal.
Warga yang tinggal di pinggiran danau itu pun mengeluhkan bau busuk yang berasal dari ribuan bangkai ikan KJA.
“Iya, baunya busuk sekali, sudah 3 hari kondisinya seperti ini. Tidur dan makan pun sangat terganggu karena baunya sangat menyengat,” kata Hendra warga Jorong Pincuran Tujuah, Nagari Bayua.
Ia mengungkapkan, bau bangkai ikan itu akan lebih menyengat pada sore dan malam hari karena dihembus angin. “Sore dan malam baunya akan lebih menyengat. Bikin mual, tidur pun juga susah,” ujarnya.
Ia berharap, petani KJA dan pemerintah dapat segera menguburkan bangkai ikan itu agar tidak menambah pencemaran dan mengganggu aktivitas warga.
Camat Tanjung Raya Handria Asmi menambahkan, hingga kini bangkai ikan itu masih berada di perairan danau. Pihaknya juga sudah menghimbau petani KJA untuk mengevakuasi dan mengubur bangkai ikan di darat.
“Kita sudah himbau petani KJA untuk mengubur bangkai ikan di darat agar tidak menambah beban pencemaran Danau Maninjau,” katanya.
Sebelumnya diberitakan ribuan ikan budidaya KJA di Danau Maninjau mati secara massal pada Rabu (29/12) dan Kamis (30/12) kemarin.
Penyuluh Perikanan Kecamatan Tanjung Raya mencatat sebanyak 250 ton ikan budidaya jenis nila dan mas itu mati yang tersebar di dua nagari yakni Nagari Bayua dan Nagari Maninjau.
Peristiwa kematian ikan tersebut terjadi akibat berkurangnya oksigen di dalam danau yang dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrim, tubo belerang, dan endapan sedimen dari sisa pakan ikan KJA yang naik ke permukaan.
Kondisi itu, menimbulkan terjadinya fenomena upweeling yang mengakibatkan pembalikan massa air di dalam danau.
Sebelum mati, ikan di dalam keramba itu biasanya mengalami pusing dan mengawang ke permukaan danau untuk menghirup oksigen.
Sumber : KABA12.com/Kliksumatera.com
Posting : Imam Ghazali

