BREBES – Sosok pemimpin ideal adalah mereka yang tidak hanya memberi komando, tetapi juga memberikan teladan dengan bekerja di garda terdepan. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Wasad (58), Kepala Dusun (Kadus) 3 Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, pada sabtu (28/02/2026).
Di tengah kesibukan personel Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes membangun infrastruktur desa, Wasad tampak lincah berbaur dengan para prajurit. Menariknya, kehadirannya bukan sekadar memantau warga, melainkan terjun langsung memegang peralatan tukang. Siapa sangka, pria berusia 58 tahun ini memiliki kemahiran luar biasa dalam teknik pertukangan yang sangat membantu percepatan pembangunan di lapangan.
Dalam pengerjaan sasaran fisik hari ini, Wasad terlihat mahir dalam menyusun batu belah untuk fondasi talud dan memastikan presisi pemasangan bekisting. Keahliannya ini diakui oleh para personel TNI yang bekerja bersamanya. Ketelitian Wasad dalam mencampur adukan semen dan menata material bangunan menunjukkan bahwa ia bukan “orang baru” di dunia konstruksi.
“Saya sangat senang dan bersyukur dengan adanya TMMD di desa kami. Ini adalah impian warga sejak lama. Karena itu, saya merasa terpanggil untuk ikut turun langsung. Tenaga dan sedikit keahlian tukang yang saya punya ini saya persembahkan sepenuhnya untuk kemajuan Dusun 3 dan Desa Cikuya,” ujar Wasad dengan peluh yang membasahi wajahnya.
Aksi Wasad menjadi mesin penggerak semangat bagi warga lainnya. Melihat pemimpin dusun mereka bekerja keras tanpa canggung, warga Dusun 3 pun semakin antusias memberikan bantuan tenaga. Kehadiran sosok Kadus yang terampil ini mempermudah koordinasi antara teknis pembangunan dari TNI dengan kearifan lokal masyarakat.
Dansatgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Wasad. Menurutnya, keterlibatan tokoh masyarakat yang memiliki skill teknis seperti ini adalah aset berharga dalam suksesnya program TMMD.
Menurut Letkol Inf Ambariyantomo, apa yang dilakukan Wasad adalah refleksi dari tema TMMD, yaitu kemanunggalan TNI dengan rakyat untuk percepatan pembangunan.
“Pak Wasad adalah contoh nyata bahwa semangat gotong royong di Desa Cikuya masih sangat kental. Beliau punya keahlian tukang yang bagus, dan itu sangat membantu anggota kami di lapangan. Inilah yang kita harapkan, sinergi total antara Satgas dan tokoh masyarakat,” pungkas Dansatgas.
Pembangunan di Desa Cikuya sendiri meliputi pengaspalan/pengecoran jalan, pembuatan talud, dan drainase yang bertujuan untuk memperlancar akses ekonomi warga. Dengan dukungan penuh dari tokoh masyarakat seperti Wasad, Kodim 0713/Brebes optimis seluruh proyek fisik akan selesai dengan kualitas terbaik sebelum masa penutupan TMMD.(Pradista)

