Site icon

Westernisasi Musuh Islam Berhasil di Arab Saudi

WhatsApp Image 2021-10-25 at 19.17.26

Oleh: Hj. Padliyati Siregar, ST

Upacara pembukaan Riyadh Season 2021 dimulai dengan parade dan konser rapper internasional Pitbull. Yang mengejutkan, jumlah penonton melebihi 250.000 orang.

Pegulat terkenal dunia ‘The Undertaker’ memperkenalkan Pitbull pada upacara pembukaan pada parade pembukaan Riyadh Season 2021. Setelah konsernya, Pitbull menyatakan gembira karena mendapat kesempatan menjadi bagian dari pembukaan Riyadh Season dan tampil di depan banyak penonton yang memenuhi venue sepanjang pesta.

Konser rapper Amerika ini memiliki makna khusus bagi industri hiburan global yang mencirikan acara dan program Riyadh Season 2021 yang dimulai Kamis (21/10/2021). Acara itu menampilkan banyak konsep hiburan internasional.

Apa yang kita saksikan saat ini menjadi bukti kesekian kalinya bagi penjajahan ideologi sekularisme di dunia Islam,bahwa Arab Saudi kini ditengarai tengah berproses menuju negara sekuler. Ditambah kebijakan melonggarkan aturan-aturan bagi kaum perempuan, seperti tak perlu lagi mengenakan abaya, dibolehkan menonton pertandingan sepak bola, Mulai dari membolehkan muslimah mengendarai mobil sendiri tanpa mahram, mengizinkan muslimah travelling ke luar negeri tanpa mahram, mengizinkan ikhtilat atau campur baur dengan laki-laki asing di pantai, bahkan membolehkan penggunaan pakaian pantai, semisal bikini.

Gaya hidup westernisasi dengan penerapan praktik dan budaya Eropa Barat oleh masyarakat dan negara baik melalui paksaan maupun pengaruh. Westernisasi telah menjangkau sebagian besar dunia Islam sebagai bagian dari proses kolonialisme dan terus menjadi fenomena budaya yang signifikan sebagai akibat globalisasi dan modernisasi yang merupakan faktor pemicu terjadinya perubahan sosial budaya di masyarakat.

Padahal sejatinya westernisasi adalah turunan dari sekularisme yang telah menjauhkan umat Islam dari fitrahnya sebagai manusia. Sekularisme mencampakkan segala aturan Sang Pencipta yang semestinya diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Sebagai umat Islam, seharusnya kita tidak mengikuti langkah-langkah pengemban sekuler dalam menjalani kehidupan.

Allah SWT berfirman :
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِى ٱلْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkan dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta terhadap Allah.” (QS Al-An’am: 116).

Olah karenanya, umat harus memahami bahwa westernisasi atau sekularisme menjauhkan mereka dari Islam, sehingga Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin tak terwujud dalam kehidupan.

Westernisasi bangsa Arab menandai sukses Barat kuffar dalam menyempurnakan misi mutakhirnya, yakni memoderatkan muslim dan syariat Islam. Padahal Allah sudah jelas-jelas mengingatkan kita bahwa apa yang di lakukan oleh orang kafir adalah sebuah keburukan.
Firman Allah SWT
., وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاء حَتَّى إِذَا جَاءهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا “
Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun,” [QS. an-Nuur: 39].

Semoga setelah kejadian ini, semua mata terbuka, dan mulut-mulut mulai berkata jujur, bahwa Saudi Arabiyah bukanlah Negara Islam sampai kembali Menegakkan Khilafah Islamiyah.

Sambil menyadari betapa tertipunya umat islam selama ini,, yang masih merasa bahwa islam masih punya negara yakni Arab Saudi.

Sungguh tidak ada satupun negara islam didunia ini dalam 100 tahun ini. Sebab negara disebut negara islam hanya bila berbentuk Khilafah Islamiyah.

Wahai umat Islam..
Kalau mau menangis, menangislah…
Karena kita memang tak punya negara
Sampai kita sanggup mengubah negeri kita dan negeri Islam lainnya dari sistem demokrasi menjadi sistem Khilafah Islam yang diridho’i Allah. ***

Exit mobile version