Oleh : Ummu Umar
Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Faldo Maldini mengklaim bahwa negara selama ini tak pernah menutup mata soal skandal para elite di negeri ini.
Hal itu ia sampaikan merespons ekonom Faisal Basri yang memprediksi rezim Joko Widodo akan ambruk secara moral sebelum 2024 karena mayoritas elite di lingkaran pemerintahan sudah tidak bisa menutupi skandal-skandal yang telah dilakukan. “Negara tidak pernah tutup mata soal skandal elite,” kata Faldo dalam keterangan resminya, Minggu (30/1).
Faldo mengatakan semua lembaga penegak hukum yang awalnya diragukan masyarakat sudah membuktikan dan menjawab keraguan tersebut dengan mengungkap pelbagai skandal tersebut. Baginya, saat ini pemerintah masih berada di jalan yang baik meski dalam kondisi berat.
Selain itu, Faldo memaklumi bahwa Faisal Basri sebagai seorang ekonom pasti memiliki argumentasi sampai mengatakan demikian. Namun, pemerintah selama ini selalu mendengarkan masukan dari berbagai pihak. “Kami pun punya kerja-kerja yang harus diselesaikan agar apa yang ditakutkan itu tidak terjadi,” katanya.
Faisal sebelumnya memprediksi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin akan ambruk secara moral sebelum 2024. Hal itu tak lepas dari proyeksinya yang menyebut mayoritas mayoritas elite di lingkaran pemerintahan sudah tidak bisa menutupi skandal-skandal yang telah dilakukan. Meski demikian, Faisal dan narasumber lainnya tidak menyebut nama pejabat atau mayoritas elite yang dimaksud, dalam diskusi tersebut. “Saya prediksi sih enggak sampai 2024 secara moral pemerintahan ini sudah ambruk, karena mayoritas elitenya sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi, melakukan skandal dan skandalnya makin besar,” kata Faisal. CNN.Indonesia.
Kekhawatiran seorang ekonom Faisal Basri ini kemungkinan bisa terjadi. Jika kita melihat secara global, ambruknya sebuah negara yang tegak berdasarkan pada ekonomi kapitalisme saat ini sudah banyak terjadi. Namun sayangnya setelah ambruk negara tersebut masih saja tegak dengan kerapuhan sistem ekonomi kapitalisme. Bukankah Indonesia sudah pernah ambruk pada masa orde lama dan orde baru, lalu kembali berjalan dengan sistem ekonomi kapitalisme liberal hingga hari ini ?
Venezula pernah didera krisis ekonomi parah, antara lain ditandai dengan inflasi yang meroket. Dengan mata uang setempat, tisu dijual 2,6 juta sementara daging ayam 14,6 juta. Yang terbaru adalah Afghanistan juga mengalami krisis, demonstrasi kaum perempuan yang menuntut pekerjaan untuk bertahan hidup, dan hampir semua negara mengalami krisis ekonomi lalu ambruk dan berdiri kembali di atas sistem ekonomi kapitalisme.
Maka persoalan krisis dan ambruknya sebuah negara sangat dipengaruhi oleh sistem kapitalisme sekuler yang diterapkan secara global hari ini. Begitu pula jika kita melihat sejarah Uni Soviet yang merupakan salah satu negara adikuasa pemenang Perang Dunia II. Pada 1947-1991, Uni Soviet menjadi pusat dari aliansi negara komunis Blok Timur selama Perang Dingin.
Hingga awal tahun 1991, Uni Soviet adalah negara dengan wilayah kekuasaan terbesar di dunia. Masa kejayaan Uni Soviet tidak mampu bertahan lama. Setelah 69 tahun berdiri, Uni Soviet mengalami keruntuhan pada Desember 1991.
Keruntuhan Uni Soviet bermula dari kemerosotan ekonomi pada sekitar tahun 1980. Kemerosotan ekonomi tersebut berdampak negatif pada seluruh aspek kehidupan Uni Soviet. Secara khusus, berikut faktor-faktor penyebab runtuhnya Uni Soviet:
Munculnya ketidakpuasan kelas menengah dan kelompok elite terhadap penerapan sistem komunisme.
Sistem ekonomi sentralistik yang diterapkan mennyebabkan susahnya pemerataan kesejahteraan dan perkembangan ekonomi daerah.
Korupsi di kalangan partai komunis dan pemerintahan.
Munculnya gerakan separatisme di negara-negara bawahan Uni Soviet.
Presiden Michael Gorbachev dan Boris Yeltsin gagal melakukan perbaikan sistem pemerintahan komunis di Uni Soviet.
Dalam buku Sejarah Eropa : Dari Eropa Kuno hingga Eropa Modern (2012) karya Wahjudi Djaja, Mikhail Gorbachev sebagai presiden Uni Soviet menerapkan Perestroika (restrukturisasi politik dan ekonomi) untuk memperbaiki krisis Uni Soviet pada tahun 1985.
Secara umum, kebijakan Perestroika berusaha mengubah sistem komunisme menjadi lebih demokratis. Kebijakan Perestroika mempunyai tiga prinsip utama yaitu Glasnost (keterbukaan politik), Democratizatsiya (demokratisasi) dan Rule of Law.
Kebijakan Perestroika pada perkembangannya dianggap sebagai blunder yang mempercepat keruntuhan Uni Soviet. Kebijakan tersebut menyebabkan pertentangan antara kelompok moderat, konservatif dan radikal tentang sistem komunisme di Uni Soviet. Selain itu, kebijkan Perestroika juga memunculkan keinginan negara-negara bagian untuk memerdekakan diri dari Uni Soviet.
Pada tahun 1990, kekuasaan komunis mulai runtuh di negara-negara bagian Uni Soviet. Mereka menganggap bahwa sistem komunisme telah hancur karena tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Akhirnya negara-negara tersebut mulai melepaskan diri pada pertengahan tahun 1991. Uni Soviet secara resmi dibubarkan pada 25 Desember 1991 ditandai dengan mundurnya presiden Mikhail Gorbachev.
Dalam buku Dari Uni Soviet hingga Rusia (2014) karya Andi Rafael Saputra, keruntuhan Uni Soviet memberikan dampak yang masif bagi aspek sosial, ekonomi dan politik dunia. Berikut dampak runtuhnya Uni Soviet.
Berakhirnya Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur. Muncul 15 negara baru di kawasan Eropa Timur menandai kehancuran sistem komunisme di dunia, menimbulkan krisis ekonomi di kawasan Eropa Timur, Kompas.com.
Begitu juga dengan Amerika Serikat yang mengusung ideologi kaptalisme sekuler, hampir semua negara merupakan negara jajahannya. AS mengeruk dan menguasai sumber daya alam negara negara jajahannya lalu memiskinkannya. Jika AS masih bertahan sebagai negara adidaya, itu karena masih banyak negara yang mendukungnya termasuk Indonesia. Padahal kerusakan alam, kemiskinan, konflik, krisis ekonomi dan persoalan lainnya terus terjadi hingga hari ini. Sementara para elite dan pengusaha sibuk dengan korupsi dan bisnis mereka.
Allah SWT telah menurunkan islam sebagai sebuah agama sekaligus sebagai sebuah aturan hidup yang telah sukses menjadi negara adidaya dan menyatukan umat manusia di dunia dengan aturan islam. Tidak ada penderitaan dan kesengsaraan yang dialami manusia ketika diurus dengan islam. Islam mampu menundukkan keserakahan, ambisi dan hawa nafsu manusia dengan aqiqah dan syariahnya. Islam mengajak manusia untuk tunduk dan taat kepada Allah SWT, bukan kepada manusia Walaupun manusia tetap pada keyakinan aqidahnya, namun dia tunduk dan taat pada aturan Islam.
Maka apa yang dilakukan oleh negara adidaya seperti US dan AS dengan aturan sosialis dan kapitalis telah gagal mengatur kehidupan umat manusia. Kesengsaraan, ketidakadilan, ketimpangan sosial ekonomi, krisis yang tiada henti yang dirasakan umat.
Sesungguhnya umat ini rindu dan ingin diatur dengan islam yang akan menuntun mereka ke jalan yang benar, menyelamatkan marnisa dari penjajahan dan kerakusan, kerusakan moral serta kerusakan alam semesta. Insya Allah, Wallahualam bishawab.

