Kliksumatera.com, PALEMBANG- Shalat yang agung ini (red sholat subuh) benar-benar memiliki daya tarik, karena kedudukannya dalam Islam dan nilainya yang tinggi dalam syariat. Banyak sekali hadits yang mendorong untuk melaksanakan Shalat Subuh dan menyanjung mereka yang menjaganya. Demikian kara Ustadz HM. Noor MPdi dalam ceramah bakda Sholat Subuh, Ahad 13/02/2022 di Masjid Alaman Komplek Pakri Palembang.

Dari pantauan awak media, turut hadir pada kegiatan tersebut Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH, Dir Lantas Kombes Pol M. Pratama Adhyasastra, SIK SH, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi MM, AKBP Erwin, dan para jemaah lainnya.
Ustadz M Noor mengungkapkan, Rasulullah SAW mengetahui waktu Subuh adalah waktu yang sulit. Seorang Muslim bila dibiarkan begitu saja akan memilih mengistirahatkan dirinya sampai matahari terbit dan meninggalkan shalat wajib. Karena itu Rasulullah SAW mengkhususkan shalat mulia ini dengan keistimewaan tunggal dan sifat-sifat tertentu yang tidak terulang pada shalat lainnya.
Dia menambahkan, banyak sekali keutamaan yang didapat di waktu Subuh. Salah satu keutamaannya adalah Rasulullah SAW mendoakan umatnya yang bergegas dalam melaksanakan Shalat Subuh, sebagaimana disebutkan dalam suatu hadits. ”Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun Subuh.” (HR Tirmizi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah).
Jika Rasulullah SAW yang berdoa, maka tidak akan ada hijab di antara beliau dengan Allah SWT. Karena beliau sendiri adalah orang yang secara jasadiyah paling dekat dengan Allah SWT. Pada hadits lain Rasulullah SAW bersabda, bahwasannya orang yang shalat Subuh akan dijamin oleh Allah. ”Siapa yang menunaikan shalat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah SWT. Maka, jangan kamu mencari jaminan Allah dengan sesuatu (selain dari shalat), yang pada saat kamu mendapatkannya justru kamu tergelincir ke dalam api neraka.” (HR Muslim).
Jika Allah SWT yang memberikan jaminan, maka mungkin akal manusia sulit untuk menjangkau dan menebak apa yang akan diberikan Allah. Kenikmatan yang diberikan oleh manusia saja terkadang membuat waktu Subuh adalah waktu yang paling baik untuk mendapatkan rahmat dan ridha Allah. Allah SWT berfirman, ”Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS al-Kahfi [18]: 28).
Keutamaan shalat Subuh yang lain adalah Allah SWT kelak akan memberikan pahala yang melebihi keindahan dunia dan isinya, sebagaimana telah disebutkan dalam satu riwayat Imam At-Turmuzdi: ”Dari Aisyah ra telah bersabda Rasulullah SAW, dua rakat shalat fajar pahalanya lebih indah dari pada dunia dan isinya.
Dia menjelaskan, begitulah keistimewaan Shalat Subuh. ”Lalu, apa yang menghalangi kita untuk menyingkap selimut dan mengakhiri tidur kita untuk melakukan Shalat Subuh? Bukankah ibadah ini menjadi bagian yang begitu besar dibanding dunia seisinya?” tegas Ustadz Noor.
Pahala shalat malam satu malam penuh.
Diriwayatkan Muslim dari Utsman bin Affan ra berkata; Rasulullah SAW bersabda, ”Barang siapa yang Shalat Isya berjemaah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barang siapa Shalat Subuh berjamaah, maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh.” Hadits riwayat Muslim.
Shalat Subuh merupakan sumber dari segala sumber cahaya di Hari Kiamat. Di hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan padam. Matahari akan “digulung”. Ibadahlah yang akan menerangi pelakunya. Kemudian Surga yang dijanjikan. Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari ra ia berkata Rasulullah SAW bersabda: ”Barang siapa yang shalat dua rakaat pada waktu yang dingin maka akan masuk surga.” (HR Al Bukhari). Dua waktu yang dingin itu adalah Shalat Subuh dan Shalat Ashar.
”Mereka yang menjaga Shalat Subuh dan Ashar, dijanjikan kelak di Surga akan melihat Allah SWT. Sebagaimana Hadits yang dijelaskan Rasulullah SAW,” pungkas Ustadz M. Noor.
Laporan : Yudi
Editor/Posting : Imam Ghazali

