Oleh : Sari Ramadani (Aktivis Muslimah)
“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (TQS. Ali ‘Imran [3]: 110).
Salah satu bulan yang mulia adalah bukan Rajab. Sebab, bulan Rajab masuk dalam kategori bulan haram atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di antara kemuliaan bulan Rajab yaitu mendapat kenikmatan luar biasa di surga, mendapatkan limpahan pahala ibadah selama 700 tahun, akan dimasukkan ke surga-Nya dan dapat dijauhkan dari siksa api neraka apabila melakukan hal-hal yang Allah ridhoi, (akurat.co, 02/02/2022).
Bulan Rajab sendiri merupakan bulan ketujuh dalam kalender Hijriah. Kata Rajab sebenarnya berasal dari Bahasa Arab yang memiliki arti keagungan, kebesaran, atau kemuliaan. Tak hanya itu, dalam bulan Rajab juga terjadi peristiwa luar biasa yaitu salah satunya adalah Isra Miraj yang terjadi pada 27 Rajab, yang mana pada saat itu Rasulullah Saw. menerima perintah salat. Melakukan perjalanan pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang bertepatan pada tanggal 27 Rajab pada tahun kesepuluh kenabian. (m.kumparan.com, 15/02/2021).
Akan tetapi, selain peristiwa penting tadi, ada satu lagi peristiwa yang tak kalah penting yang mungkin tidak banyak diketahui atau bahkan dilupakan oleh kaum muslim, yaitu peristiwa runtuhnya kekhilafahan terakhir yang terjadi pada tanggal 28 Rajab 1342 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 3 Maret 1924 Masehi, oleh seorang penghianat yang bernama Mustafa Kemal Ataturk.
Dari tangannyalah kaum muslim di seluruh negeri tak lagi hidup dalam naungan Khilafah Islamiyah, yang semenjak peristiwa keruntuhan itulah kaum muslim dipaksa untuk menerapkan aturan sekularisme, yang mana agama tidak berhak turut andil dalam mengurusi urusan kehidupan, selain itu, kaum muslim juga dipaksa untuk meninggalkan aturan dalam agamanya. Sehingga dari situlah penderitaan panjang tak bertepi terus saja dialami oleh kaum muslim di seluruh penjuru negeri.
Kini kaum muslim degan gampang tercerai-berai bak buih di lautan, banyak namun tak punya kekuatan. Tak lagi tahu ke mana harus mencari perlindungan dan rasa aman. Seperti yang sedang dialami oleh saudara seiman yang berada di Palestina, Khasmir, Rohingya, Uighur, Afghanistan, dll. Sekuat apa pun mereka menjerit meminta pertolongan, para pemimpin negeri-negeri kaum muslim tak lagi mau untuk mendengarkan dan tergerak hatinya. Para penguasa di negeri-negeri tersebut hanya terlihat seperti telah buta dan tuli dengan penderitaan yang dialami rakyatnya.
Inilah kenyataan pahit yang menerpa kaum muslim hingga detik ini. Predikat kaum muslim sebagai umat terbaik kini telah sirna. Padahal, degan jelas Allah SWT mengatakan secara gamblang di dalam Al-Qur’an bahwa kaum muslim adalah umat terbaik. Namun pada kenyataannya hari ini kaum muslim menjadi umat yang paling terbelakang yang selalu dihinakan oleh orang-orang kafir barat. Padahal dulunya musuh-musuh Islam-lah yang takut sebab negeri muslim adalah negara adidaya yang degan mudah mengalahkan kafir penjajah.
Maka, di bulan Rajab yang penuh degan kemuliaan dan berbagai peristiwa ini, sudah sepatutnya kita optimalkan dan sembari terus menyuarakan gambaran Islam kafah di tengah-tengah umat. Karena nantinya, peradaban Islam-lah yang benar-benar sanggup untuk menggantikan peradaban kapitalis-sekuler yang sudah terbukti gagal dalam menjamin hak-hak kaum muslim. Sebab, bukti nyata dari penerapan Islam kafah yang membawa rahmat untuk manusia dan seluruh alam adalah hal yang tidak dapat terbantahkan selama hampir 1300 diterapkan dan menguasai hampir 2/3 dunia.
Sungguh, tanpa adanya aturan Islam yang diterapkan secara kafah, maka selama itu pula segala kemaksiatan dan semua bentuk penghinaan terhadap Islam dan kaum muslim akan terus terjadi. Tak terkecuali Allah dan Rasul-Nya serta kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya. Untuk itu, sudah saatnya kita sebagai kaum muslim harus bangkit bersama-sama untuk menegakkan kembali sistem Islam secara sempurna yang dapat menjadi tameng untuk kita semua. Mengembalikan kembali kehormatan kita sebagai umat terbaik.
Wallahualam bissawab.

