Kliksumatera.com, WAY KANAN- Aneh minyak goreng bisa mahal serta langka, padahal ada 2 pabrik CPO & puluhan ribu hektar kebun sawit di Kabupaten Way Kanan.

Hasil investigasi Media Bersama, ada 2 Pabrik yakni PT Sawit Indo Mas yang terletak di Kampung Tanjung Raja Sakti Kecamatan Blambangan dan satu lagi PT PLP yang terletak di Kampung Bumi Agung Kecamatan Bahuga, setiap hari nya Ribuan Ton Crude Palm Oil (CPO) merupakan minyak nabati yang dihasilkan dari tanaman buah kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq, Arecaceae), Selasa (22/2).
PT Sawit Indo Mas terletak di Kecamatan Blambangan Umpu, Waykanan – Lampung. Didirikan pada tahun 2011 untuk mengolah tandan buah sawit segar menjadi Minyak Sawit Mentah (CPO) dan Inti Sawit (PK). Mampu mengolah hingga 60 ton buah per jam, bersumber dari 2500 hektar (ha) perkebunan kelapa sawit.
PT Palm Lampung Persada yang ada di Kampung Bumi Agung Kec. Bumi Agung Kab. Way Kanan dengan lahan perkebunan di 27 Kampung dari Kecamatan Bahuga, Bumiagung, Blambangan Umpu, Negeri Agung, Buay Bahuga.
Tentunnya hasil pengolahan minyak CPO ini keluar semua dari Bumi Ramik Ragom Way Kanan tidak ada kontribusi penjualan kedua pabrik ini kepada masyrakat Way Kanan .
Di sinilah peran pemerintah yang dapat memghubungi perusahaan-perusahan pengelolaan CPO bahan Baku minyak goreng yang beroperasional di Way Kanan agar dapat sebagian kecil hasil mereka di jual ke masyarakat khususnya Way Kanan.
Aneh kalau diberitakan bahwa minyak goreng langka dan mahal di Kabupaten Way Kanan, kemana hasil pabrik pengolaan minyak sawit yang beroperasional di Way Kanan selama ini.
Pertanyaan dimana koordinasi dan pengawasa Dinas Terkait sehingga minyak goreng langka dan mahal di daerah penghasil sawit dan mempunyai 2 pabrik CPO.
Seharusnya hasil penglolaan minyak sawit dipasarkan juga di daerah tempat nya beraktifitas, jangan di pasarkan ke luar Way Kanan.
Warga minta Bupati buat Tim agar kerjanya maksimal mengontrol pemasaran dan mencari perusahaan pengelolaan sawit menjadi minyak goreng yang bahan sawit nya dari Way Kanan agar dapat memasarkan minyak goreng nya di Way Kanan juga.
Laporan : Jamatus/Tim
Editor : Imam Ghazali

