Kliksumatera.com, LUBUKLINGGAU- Sungguh ironis Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau termiskin se-Indonesia.
Hal ini terungkap dalam Reses I Anggota DPRD Kota Lubuklinggau Tahun 2022, Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Sutrisno Amin, berlangsung sukses.
Reses I ini bertempat di kediaman rumah Sutrisno Amin, Kamis (31/3/2022), Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Hadir Anggota DPRD Kota Lubuklinggau Sutrisno Amin, Lurah, Cereme Taba Rio Juniansyah, seluruh RT se- Kelurahan Cereme Taba, Kelurahan Taba Koji, Taba Jemekeh.
Lurah Cereme Taba Rio Juniansyah mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih pada Sutrisno Amin yang mau menerima keluhan atau aspirasi masyarakat. Untuk itu, warga mengeluarkan unek uneknya untuk pembangunan. “Kelurahan kami, cereme taba termiskin se Indonesia,” ucap Lurah.
Masalah infrastruktur, kata Lurah Rio, Kelurahan Cereme Taba kalau musim hujan sering terjadi banjir dan jalan banyak yang rusak. “Mungkin banyak aspirasi untuk diusulkan pada anggota DPRD Sutrisno Amin,” ujarnya.
Sementara anggota DPRD Kota Lubuklinggau Sutrisno Amin, pihaknya selaku wakil rakyat mempunyai kewajiban turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi. “Kali ini, saya mengawali dari Cereme Taba, Taba Koji dan Taba Jemekeh. Selanjutnya ke kelurahan lainnya,” jelasnya.
Dengan keterbatasan dana Kota Lubuklinggau, sambung dia, 2021 Pemkot masih memiliki utang sehingga banyak kegiatan belum terlaksana. “Pemkot melakukan pemulihan dampak covid, meminjam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 125 milyar, itu dibayar 5 tahun. Maka setiap tahun bayar 25 miliar plus bunga. Bila Nansuko berakhir, meninggalkan utangnya. “Kita berharap Nan Suko melakukan gebrakan untuk meningkatkan APBD. Salah satunya, Zona nilai tanah,” jelasnya.
Anggaran riil APBD Kota Lubuklinggau hampir 900 miliar, 46 persennya untuk tenaga kerja, sisa untuk kegiatan pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur. “Ke depan saya optimis, APBD kita bisa mencapai 1 triliun, dengan regulasi yang dimiliki Pemkot,” terangnya.
Mendengar masalah Kelurahan Cereme Taba termasuk Kelurahan termiskin se-Indonesia hal itu membuat Anggota DPRD Kota Lubuklinggau Dapil IV Sutrisno Amin mengaku heran, ini tugas berat Lurah Cereme Taba untuk mengatasinya. “Kami dari Dewan akan melaporkan ke pimpinan untuk dibahas untuk mengentaskannya,” ujarnya.
Lanjut dia, dinyatakan termiskin tersebut, apakah salah data atau memang benar benar miskin atau pura-pura miskin. “Saya akan minta update data ke dinsos. Kalau memang benar benar miskin, kita akan melakukan upaya mengentaskannya kemiskinan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu di tempat yang sama Ketua Rt 09 Kelurahan Cereme Taba Rif’at Ahmad saat di mintai komentarnya mengatakan, mengenai Kelurahan Cereme Taba termiskin se-Indonesia, seharusnya pihak Dinas Sosial meminimalisir dan membentuk Tim terkait kemiskinan ini untuk turun ke lapangan dan mengkroscek ke warga-warga apa benar kelurahan Cereme Taba ini termiskin se-Indonesia. ”Dirinya meminta kepada Dinsos untuk membentuk Tim dan turun kelapangan melihat warga kelurahan cereme taba, apa benar kelurahan Cereme Taba ini termiskin Se-indonesia. Karena selama ini pihak Dinas Sosial tidak pernah turun ke lapangan,” ungkap Rif’at.
Sumber : PilarInformasi/Kliksumatera.com,
Editing : Imam Ghazali

