Kliksumatera.com- Saat ini, sejak Kamis, 21 Juli 2022 hingga 4 Agustus mendatang, jemaah haji Indonesia gelombang kedua mulai bergerak dari Makkah ke Madinah untuk melaksanakan ibadah sunnah sholat arbain, ke raudhah dan ziarah ke makam Rasulullah. Tercatat sudah 1.932 jemaah dari lima kloter sudah tiba di Madinah yang saat ini cuacanya begitu menyengat.
Wakil Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi, dr. Indro Murwoko meminta para Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter untuk memperhatikan kondisi kesehatan jemaah haji. Pihaknya meminta para TKH jeli untuk menilai kondisi jemaah dengan risiko tinggi (risti) di kloternya masing-masing, jangan sampai kelelahan. ”Kelelahan dapat memicu perburukan penyakit komorbid yang diderita jemaah,” ujar dr. Indro.
Apalagi mengingat cuaca Madinah yang lebih panas dari Makkah dengan rata rata suhu 43-46C, akan lebih terasa menyengat. dr. Indro meminta agar para TKH tetap dekat dengan jemaah dan terus memberikan motivasi bagi jemaah untuk menjaga kesehatannya.
Khususnya kepada jemaah haji, dr. Indro juga berpesan agar dapat melakukan ibadah sunnah sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing. ”Jangan berlebihan, over aktivitas yang menimbulkan kelelahan akan mengganggu kondisi kesehatan jemaah. Apalagi yang sebelumnya memiliki penyakit, dapat terjadi kekambuhan,” ujarnya.
Salah satu contoh perburukan kondisi kesehatan dialami oleh pasien KKHI Makkah. Dimana dini hari tadi, salah satu pasien jantung, sempat mengalami perburukan, dan harus dilakukan tindakan kardioversi (kejut listrik). ”Saat ini kondisi stabil dan sedang dirawat di ICU,” ujar tim tim dokter KKHI Makkah, dr. Komaria, Sp.JP.
Menurut pengakuan keluarga, yang bersangkutan memaksakan diri untuk naik ke Jabal Nur saat berziarah untuk melihat Gua Hira.
Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr.Budi Sylvana, MARS mengusulkan untuk rekomendasi kebijakan haji di tahun mendatang, perlu adanya rekomendasi dari Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter bagi jemaah risiko tinggi (risti) yang akan menjalankan ibadah sunnah. ”Demi kemaslahatan jemaah,” ucap dr. Budi.
Sumber : Kemkes.go.id
Editing : Imam Ghazali

