Kliksumatera.com, PAGARALAM– Badan Keluarga Kependudukan dan Berencana Nasional (BKKBN), Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) terus menggenjot sosialisasi guna mencapai target di tahun 2024 angka stunting bisa lebih rendah dari angka 14 %. Selama ini Kota Pagaralam dari 17 kabupaten/kota merupakan terendah di Sumsel dengan angka 15 %. Hal ini dibuktikan dalam kegiatan bertajuk peningkatan kegiatan identifikasi stunting dan stunting Kota Pagaralam, tahun 2022 yang dilaksanakan Harganas. Kegiatan ini dilakukan BKKBN Provinsi Sumsel, bekerja sama dengan Dinas PPKBP3A Kota Pagaralam, Kamis (1/9).

Kepala BKKBN Provinsi Sumsel, Midiheryanto SH MH melalui Kabid KB/KR Minarti SE, mengatakan, program sosialisasi untuk mendorong penurunan angka stunting, dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Sumsel dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. “Kita menargetkan di 2024 angka stunting akan turun, sehingga melakukan kegiatan identifikasi stunting dan seleksi kadus beresiko stunting dan stunting Kota Pagaralam tahun 2022,” ujarnya.
Dia mengatakan, kegiatan ini melibatkan semua camat dan tim yang menjadi ujung tombak penanggulangan angka stunting atau dengan kata lain satuan tugas (satgas) yang sudah ada di setiap daerah. “Penurunan stunting 14 % di 2024 di Sumsel harus melibatkan para camat dan satgas sebagai tim yang bisa bersentuhan langsung dengan, masyarakat di daerah pedesaan,” ungkap dia.
Dia mengatakan, kemudian langkah selanjutnya membentuk tim audit kasus stunting, dan managemen pendamping keluarga agar lebih mudah menjalankan langkah ini. “Berbagai cara pencegahan stunting serta upaya-upaya telah dilakukan Kota Pagaralam untuk penurunan angka stunting pada tahun 2024 ini upaya-upaya yang akan dilakukan akan terus ditingkatkan,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas PPKBP3A Kota Pagaralam, Paber Napitupulu AP MSi mengatakan, memang kegiatan ini juga berkaitan dengan upaya Pagaralam menjadi terendah angka stunting. “Kita menjadi salah satu daerah yang memiliki angka terendah di Sumsel, angka stunting yaitu 15 %. Keberhasilan ini tidak luput dari keterlibatan semua pihak seperti camat, lurah, dan PKK, sebagai pendorong utama dalam mewujudkan program ini,” katanya.
Kemudian ada juga, kata dia, kegiatan advokasi dan KIE pengasuh 1.000 HPK dalam rangka percepatan penurunan angka stunting, untuk mitra kerja dan pemangku daerah ini diikuti sebanyak 60 peserta, terdiri dari anggota pengurus TP-PKK Kota Pagaralam, Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Pagaralam, serta Bidan Desa di Kota Pagaralam. “Kita berharap dengan adanya giat ini dapat meningkatkan komitmen bersama dan menjalin hubungan dari pemangku kepentingan, stakeholder, serta mitra kerja dalam rangka advokasi dan KIE tentang promosi dan KIE Pengasuh 1000 PHK dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Pagaralam,” tandasnya.
Laporan : 09-Pai
Editing : Imam Gazali

