Kliksumatera.com, PALI- Pembangunan Pasar Kalangan di Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Punakal Abab Lematang Ilir (PALI) kini menjadi sorotan. Sebab, berdasarkan investigasi awak media ke lapangan, kontraktor memasang plang proyek hingga terkesan bangunan milik pribadi padahal dipastikan itu adalah bangunan Pemda PALI anggaran 2022. ”Pemasangan papan proyek yang merupakan implementasi azas transparasi sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan dalam pekerjaan,” ujar sebuah sumber kepada media ini.
Sangat disayangkan pembangunan pasar kalangan/yang terkesan ditutup-tutupi, pasalnya pekerjaan hampir selesai tapi tidak ada papan informasi yang terpasang.
Terlihat juga lantai samping bangunan tersebut tampak asal jadi, dikarenakan adukan semennya juga diduga terlalu mudah serta komposisi batu cornya juga diduga tidak sesuai spek. Padahal tidak sedikit dana yang dikeluarkan pemerintah untuk pembangunan tersebut. Akan tetapi sangat disayangkan jika pekerjaannya tidak mengutamakan mutu dan kualitas pekerjaan tentu hasilnya sangat diragukan.
Menurut pejabat di PU TR Kabupaten PALI yang dikonfirmasi salah satu media mengakui ada beberapa titik yang tidak sesuai RAB dan pihaknya sudah menyampaikan kepada penyedia namun sepertinya diabaikan. Dia juga mewanti- wanti untuk tidak menyebutkan namanya karena diduga proyek tersebut aspirasi pejabat tinggi di PALI.
Terpisah saat dibincangi awak media ketua GNPK RI Sumatra Selatan, Jumat (28/10/22) menyampaikan, sangat kecewa dengan pengawasan dinas terkait. ”Mengapa hal tersebut masih terjadi? Sedangkan jelas telah diatur Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan. “Saya meminta kepada APH untuk mengusut tindakan oknum kontraktor yang nakal, hanya mengejar keuntungan belaka tanpa memikirkan kualitas pekejaan dan menghabiskan uang rakyat,” tandasnya.
Laporan : Anton
Editing : Imam Gazali

