Oleh: Nita Nopiana
Masyarakat dibuat resah dengan adanya peralihan dari TV Analog ke TV digital. TV analog di wilayah Jabodetabek mulai dimatikan pada 3 November? 2022 kemudian menyusul daerah daerah lain di tanah air. TV analog adalah sebuah perangkat televisi analog yang bisa mengkodekan suatu informasi dalam bentuk gambar dengan variasi voltase dan frekuensi sebuah signal.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan masih ada beberapa stasiun TV yang belum mematikan siaran analognya. Hal itu berkaitan dengan perpindahan saluran analog ke digital.
Mahfud mengatakan analog switch off (ASO) merupakan perintah undang-undang dan telah lama dilakukan serta dikoordinasikan dengan beberapa pemilik stasiun TV.
Ia menegaskan jika masih ada stasiun TV yang menyiarkan saluran secara analog maka akan dianggap ilegal dan bertentangan dengan hukum. (republika.co.id/Jumat 04 Nov 2022).
Sementara itu, Hary Tanoe menilai kebijakan migrasi ini justru merugikan masyarakat Jabodetabek. Karena masyarakat tidak bisa lagi menikmati siaran TV seperti biasa apalagi yang memiliki TV tabung tanpa menggunakan Set Tob Box (STB). Masyarakat harus membeli STB atau mengganti TV digital atau berangganan TV parabola.
Perbedaan TV analog dan TV digital ada pada sinyal yang dipancarkan dari kedua siaran tersebut. Apabila sinyal pada TV analog ditransmisikan melalui sinyal radio, yang terbagi dalam format video dan audio. Sinyal video ditransmisikan dalam gelombang AM, sementara audio ditransmisikan dalam gelombang FM.
Siaran TV digital menggunakan transmisi sinyal dalam bentuk format “bit” atau data informasi dan sistem kompresi, yang mana itu akan menghadirkan kualitas gambar lebih bersih, suara jernih, dan teknologinya lebih canggih yang dibutuhkan masyarakat.
Dalam pandangan Islam media dalam hal ini TV digunakan untuk hiburan dan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Media dalam islam akan menayangkan berbagai berita dan informasi yang bermanfaat saja dan melarang segala hal berita yang berbau merusak pemikiran masyarakat.
Media juga menjadi sarana menjelaskan semua tuntunan hidup berdasarkan syariat islam. Beberapa nilai dan panduan bersikap. Oleh karena itu media massa dalam islam akan mampu mewujudkan masyarakat cerdas karena memiliki tuntutan yang jelas dalam semua aspek kehidupan.
Wallahua’lam ….

