Kliksumatera, Sorong. – Komandan Kodim 1802/Sorong Letkol Cpn Andi Sigit Pamungkas S.E., M.IP. bersama Asisten 2 Bidang Administrasi Umum Setda Kota Sorong Tamrin Tajudin, S.E. turun kelapangan dalam rangka pemantauan dan pengecekan bahan pokok memasuki Hari Raya Idul Fitri 1444 H yang berpotensi lonjakan permintaan masyarakat dan disrupsi pasokan,bertempat di Gudang Bulog, Jln. Udang Kel. Klaligi Distrik Sorong Manoi Kota Sorong Prov. Papua Barat Daya. Kamis (20/04/2023)
Dalam kesempatan Asisten 2 Bidang Administrasi Umum Setda Kota Sorong Bapak Tamrin Tajudin S.E. mengatakan kami mengkroscek adanya informasi stok beras yang awalnya dari 5 bulan menjadi 2 bulan. Info tersebut sudah tersebar di publik dan menimbulkan keresahan, sebagai tanggung jawab kita mengatasi hal tersebut. Sebagai barometer stok beras di Kota Sorong, kami membutuhkan informasi yang akurat dan berimbang yang nantinya akan berdampak pada berbagai bidang. Usaha kita bersama pemerintah mengatasi permasalahan ini dan agar masyarakat jangan sampai panik.
Dalam waktu yang sama Pimpinan Cabangan Bulog Sri Ariandina menyampaikan Ada beberapa penyebab berkurangnya stok diantaranya perintah langsung dari presiden untuk menyalurkan bantuan pangan ke berbagai wilayah diantaranya Wamena dan Manokwari sehingga stok awal 5 bulan dan proses berjalan pengeluaran terus sehingga stok menjadi 2.5 bulan.
Adanya informasi kenaikan harga beras di retail sehingga masyarakat banyak yang mencari beras bulog menyebabkan permintaan meningkat. Bertambahnya jumlah pegawai di Provinsi Papua Barat maupun pegawai kontrak yang diberikan beras, dan juga penyaluran kedaerah pedalaman Kami sudah sampaikan ke Bapak Walikota semoga awal Mei ada penambahan kembali.
Sementara itu Dandim 1802/Sorong Letkol Cpn Andi Sigit Pamungkas S.E., M.IP. mengungkapkan Kita tidak bisa anggap enteng karena sudah di luar skenario dan membuat masyarakat panik dan masyarakat banyak menggunakan beras bulog, kita hanya berdoa semoga pada masa ini tidak terjadi bencana alam di kota sorong. Karena sudah terjadi maka strategi kita rubah jangan anggap stok aman, bulog agar berkoordinasi dengan pemkot agar dapat selalu terpantau stok di bulog.(*)

