Oleh: Nina Fa
Kondisi Gaza yang semakin kritis, nyawa manusia tidak ada harganya sama sekali, anak-anak korban malnutrisi, bayi-bayi tidak berdosa tidak dapat melanjutkan hidupnya dikarenakan tidak ada pasokan susu formula dan makanan yang sampai ke Gaza. Bahkan obat-obatan hanya seadanya yang digunakan untuk mengobati orang-orang yang terluka. Paramedis terus berjuang menyelamatkan nyawa manusia yang sedang terluka, melakukan operasi tanpa anastesi, di tengah gempuran bom yang terus mengintai mereka bahkan tidak sedikit para pejuang Palestina yang syahid ketika menyelamatkan para korban.
Tak ada negara yang benar-benar berdiri di sisi Palestina, semuanya patuh dan tunduk kepada Amerika yang mempunyai setir dan kendali atas sebagian besar negara di dunia bahkan negara Islam sekalipun. Palestina berdiri sendiri seakan tidak memiliki saudara dimana-mana. Tetapi Palestina tetap tegar melawan kebrutalan serangan dari tentara zionis. Para mujahid tidak pernah menyerah dalam menghadapi mereka. Rakyat Gaza tidak akan meninggalkan tanah yang merupakan warisan dari para nabi yang diperjuangkan oleh para pejuang terdahulu. Justru mereka mempertahankan tanah Syam untuk kepentingan umat muslim. Meski ada saja negara yang menyarankan untuk membagi tanah palestina kepada zionis, tetapi itu bukanlah solusi yang dibutuhkan oleh Gaza.
Hal ini dinyatakan dengan adanya pengakuan dari beberapa negara yang menginginkan solusi dua negara, seperti yang dilansir TRIBUNNEWS.COM – PIDATO PRABOWO – Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS, Selasa (22/9/2025) pagi waktu setempat atau Senin (21/9/2025) malam waktu Indonesia. Presiden RI Prabowo Subianto sudah tiga kali secara eksplisit membahas solusi dua negara (two-state solution) terkait konflik Israel vs Palestina.
Beliau menegaskan, posisi diplomatik Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina sebagai syarat utama perdamaian, sambil menawarkan pengakuan terhadap Israel jika Palestina diakui secara berdaulat.
Solusi dua negara sudah digaungkan Prabowo sejak masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI (Menhan) periode 2019-2014 hingga sekarang ia duduk sebagai Presiden RI.
Adapun Two-State Solution atau Solusi Dua Negara adalah usulan penyelesaian konflik Israel vs Palestina yang bertujuan untuk membentuk dua negara merdeka: satu untuk Israel dan satu untuk Palestina.
Sementara pernyataan two state nation dari berbagai negara terus bertambah. Pada hari Senin, 22 September 2025, dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Prancis, Belgia, Luksemburg, Malta, dan Andorra mendeklarasikan pengakuan mereka terhadap Negara Palestina. Sehari sebelumnya, Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal juga telah mengakui Palestina.
Keputusan ini menambah jumlah negara yang saat ini mengakui negara Palestina menjadi 156, mengutip lemonde.fr. Pada Juni 2024, Armenia dan Slovenia telah mengambil langkah serupa, di tengah perang mematikan di Jalur Gaza.
Pernyataan yang menginginkan two state nation adalah bentuk keresahan Amerika dan zionis yang melihat keteguhan perjuangan rakyat Palestine dan para Mujahidin yang tidak menyerah dan terus berjuang mempertahankan tanah air mereka. Meski diserang tanpa henti, Gaza tidak pernah tunduk bahkan memberikan serangan balik terhadap penjajah zionis. Two state nation juga merupakan penemuan zionis yang dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri. Dengan membagi tanah palestina dengan zionis, maka dengan mudah zionis melakukan kendali atas rakyat Gaza. Dan lambat laun rakyat Gaza dibuat tidak betah sehingga dengan sendirinya mereka pindah.
Sungguh ironi buah dari sistem kapitalisme yang digaungkan oleh kafir Barat. Kegagalan kepemimpinan dalam sistem sekuler yang tidak bertumpu pada syariat Islam. Barat ingin menguasai seluruh dunia, diawali dengan penguasaan sumber daya alam, mengikat para pemimpin negeri dengan perjanjian-perjanjian yang membuat mereka bertekuk lutut kepada para penguasa barat. Hal ini disebabkan oleh ketiadaan pemimpin umat muslim yang mempersatukan umat muslim di bawah syariat Islam.
Berbeda halnya di masa kenabian dan para sahabat hingga kepemimpinan muslim Turki Utsmani. Dimana umat muslim dipimpin oleh satu orang pemimpin, untuk mengatur kehidupan umat muslim di berbagai belahan bumi. Ketika ada negeri muslim yang mendapat tekanan atau diperangi oleh kaum zionis. Maka pemimpin muslim segera mengerahkan tentaranya untuk jihad fisabilillah yaitu perang melawan kaum kafir. Jihad merupakan ajaran Islam, Inilah solusi syar’i yang telah Allah tetapkan dan yang telah tertulis di dalam Al-Qur’an dan As-sunah, sehingga Pemimpin muslim melindungi tanah yang menjadi hak kaum muslim. Tidak ada solusi dua negara dalam mengakhiri peperangan. Justru sebaliknya, tanah kaum muslim harus benar-benar dibebaskan penuh dari penjajahan.
Menolong saudara yang ada di palestina adalah wajib, untuk itu para penguasa muslim baik di Arab maupun dunia Islam lainnya harus mengirimkan tentara meraka untuk berjihad bersama para Mujahidin palestina demi mengusir kaum Yahudi zionis. Umat harus mempunyai pelindung dan pemimpin yang satu yaitu Khalifah. “Imam (Khalifah) adalah perisai, di belakang dia kaum Muslim berperang dan berlindung.” (HR Bukhari Muslim). Wallahu a’lam.

