Oleh : Jumiliati
Di bawah langit Gaza nan jauh di sana semua kesedihan itu dimulai, suara deruan rudal dan mortir memenuhi udara menerbangkan jiwa-jiwa syuhada yang berjuang demi tanah para nabi yang tercinta. Gaza sendirian menghadang setiap serangan Zionis yang menghujam jiwa syahidnya.
Bersumber dari Tribunnews. com_Presiden RI Prabowo Subianto telah sebanyak tiga kali secara eksplisit membahas bahwa solusi Dua Negara ( two state solution ) terkait perang Israel vs Palestina. Ia juga menegaskan posisi diplomatik Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina sebagai syarat utama perdamaian, sambil menawarkan pengakuan terhadap Israel jika Palestina diakui secara berdaulat, selasa 23 September 2025. “Two state solution “, ya inilah solusi terbaik yang senantiasa digaungkan untuk menyelesaikannya penderitaan warga Gaza yang selama dua tahun ini digempur habis-habisan oleh Zionis Israel. Tak terbayangkan jika kemalangan itu yang terjadi pada negara kita Indonesia, kita telah digempur habis- habisan oleh penjajah yang merebut tanah air kita, lalu seluruh dunia dengan enteng nya mengatakan kita harus membagi dua tanah air kita kepada para penjajah.
Sungguh lelucon yang patut diacungi jempol, siapa yang akan rela dengan keputusan itu, selama dua tahun dunia menutup mata tanpa ada kontribusi militer untuk mengusir penjajah, bahkan setelah berjuta pelanggaran perang yang dilakukan Israel hanya kutukan dan kecaman yang keluar dari para pemimpin dunia terutama pemimpin muslim.
Dan kini mereka sepakat menegaskan bahwa tanah Palestina harus dibagi kepada Israel, sungguh telah mati dan tercabut tali ukhuwah islamia yang seharusnya menancap pada jiwa setiap kaum muslimin. Kaum muslimin merupakan satu tubuh yang mana jika salah satu bagian tubuh dipukul maka sekujur tubuh merasakan sakitnya.
Gaza tidak butuh solusi Dua Negara, karena itu sama saja menghancurkan kehormatan dan harga diri kaum muslimin, setelah Gaza sendirian menghadang rudal – rudal Israel apakah pantas dunia yang tak berkontribusi dalam perang ini menentukan nasib mereka, bahkan mereka rela mati menumpahkan dara mereka demi mempertahankan tanah suci para nabi ini.
Seharusnya Israel lah yang harus hengkang dari tanah suci Palestina setelah semua kekejian yang dilakukan nya, seharusnya dunia mengusir Israel yang telah memporak-porandakan tanah Palestina dengan keji beserta berjuta pelanggaran nya, bukan mala mendukung Israel dengan solusi Dua Negara.
Islam tanpa satu komando pemimpin bagai buih di lautan, banyak namun tak memiliki kekuatan, mudah dipatahkan karena tak ada yang melindungi. Sejak khilafah Utsmaniyah runtuh pada 3 Maret 1924, kaum muslimin tak lagi berjaya,jangan kan untuk membela Gaza dari cengkraman Zionis, bahkan untuk membebaskan diri dari cengkraman asing pun tak mampu.
Sekilas kita memandang Gaza perlu kemerdekaan tanpa kita sadari bahwa sesungguhnya kita yang butuh dimerdekakan dari cengkraman nasionalisme karena meski secara fisik Gaza belum merdeka namun pemikiran mereka merdeka pemikiran mereka sama sekali tidak terjajah oleh cengkraman nasionalisme.
Yang Gaza butuhkan saat ini adalah tentara islam yang dapat datang untuk mengusir Zionis penjajah, tentara yang membela layak nya Salahuddin Al Ayyubi yang memerdekakan Al Quds dari tentara salib, namun tentara islam ini hanya bisa dikomando dengan sistem pemerintahan islam yaitu khilafah islamiyah.
Khilafah islamiyah adalah institusi pemerintahan Islam yang memiliki satu kepemimpinan yang menyatukan seluruh dunia, seluruh wilayah nya tanpa batas negara atau nation state. Dengan dengan demikian akan mempermudah pertolongan bagi saudara muslim yang tertimpa kesusahan seperti perang dan bencana alam.
Khilafah islamiyah telah terbukti selama 13 abad lamanya berjaya dalam memimpin peradaban manusia sejak dari didirikannya oleh Rasulullah SAW hingga berakhir nya pada massa Khilafah Ustmaniah, yang pada massa itu Sultan Abdul Hamid IT mengatakan tak akan sudi memberikan sejengkal tanah pun bagi Teodor Herlz seorang Yahudi (Zionis saat ini) dengan menawarkan hartanya dan bantuan finansial bagi Kesultanan Ottoman pada masa itu.
Sudah selayaknya kita sebagai kaum muslimin merindukan hidup dibawah nauy khilafah islamiyah yang telah terbukti berjaya dan mampu mempertahankan setiap jengkal wilayah nya dengan kekuasaannya. Karena sesungguhnya Allah menciptakan manusia dengan membawa aturan termasuk aturan dalam mengurus pemerintahan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagai tauladan bagi seluruh Ummat manusia. Rasulullah SAW bersabda: “Kholifah (pemimpin) adalah ro’in (pengurus) dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpin nya.” ***

