Ilustrasi net.
Kliksumatera.com, MURATARA- Miris, diduga penyaluran DD dan ADD Desa Rantau telang Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) banyak yang fiktif. Baik dari segi penyaluran infrastruktur maupun kegiatan lainnya.
Hal itu diketahui dari hasil cek langsung ke lokasi pembangunan infrastruktur dan kegiatan lainnya. SPJ yang dikeluarkan oleh pemerintah Desa Rantau telang sangat tidak berimbang dan diduga dari Dana Desa yang berjumlah Rp 950.030.000 (sembilan ratus lima puluh juta rupiah) lebih. Anggaran tahun 2023 banyak yang tidak sesuai dan diduga berbau korupsi serta berimbas banyak merugikan Negara, Kamis 23/10/2025.
Ada beberapa contoh dengan kasat mata hasil cek lokasi Desa Rantau telang yang berbau fiktif yaitu adanya penyaluran dana desa peningkatan rehabilitasi/peningkatan sumber air bersih milik desa (mata air/tandon penampungan air hujan sumur bor senilai Rp 128.005.000 (seratus dua puluh delapan juta lima ribu rupiah), kemudian pembangunan/rehabilitas/peningkatan fasilitas jamban umum/MCK umum Rp.49.947.000 (empat puluh sembilan juta sembilan ratus empat puluh tujuh ribu rupiah). Penyelenggaraan desa siaga kesehatan Rp 198.144.600 (seratus sembilan puluh delapan juta seratus empat puluh empat enam ratus ribu rupiah) penentuan/penegasan/pembangunan batas/patok tanah desa Rp 12.295.500 (dua belas juta dua ratus sembilan puluh Lima ribu lima ratus rupiah) pembinaan lembaga adat Rp 15.000.000 (lima belas juta rupiah) bantuan perikanan bibit /pakan Rp 164.441.000 + seratus enam puluh empat juta empat ratus empat puluh satu ribu rupiah), penyelenggaraan pos kesehatan desa (PKD) polindes milik desa, obat obatan tambahan insentif bidan desa/perawat Rp 33.600.000 (tiga puluh tiga juta enam ratus ribu rupiah), penyelenggaraan pos yandu makanan tambahan kelas bumil kelas lansia insentif kader posyandu Rp 24.660.000 (dua puluh empat juta enam ratus enam puluh ribu rupiah). Kegiatan ini dikelola serta disalurkan pada tahun anggaran 2023.
Dengan melihat data akurat penyaluran DD dan ADD Desa Rantau Telang tersebut diduga ada beberapa kegiatan yang fiktif menurut narasumber dan hasil investigasi di lapangan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Rantau Telang enggan memberikan keterangan yang pasti, sehingga kades minta kepada awak media untuk tidak menerbitkan serta mempublikasikan berita tentang kegiatan dana desa tahun anggaran 2023 di desanya.
“Awak minta dengan media jangan diterbitkan, tahan dulu berita itu karena nanti kita bisa bertemu langsung, dak lemak kalau lewat telpon, saya lagi di dalam mana sinyal di sini jelek, aku mohonlah jangan terbitkan berita itu,” kata Kades Rantau Telang via WhatsApp.
Setelah wartawan mengondisikan pertemuan untuk minta keterangan, Kades Rantau Telang tidak mau memberi keterangan yang jelas. Bahkan kades mengakui dengan terang- terangan bahwa kegiatan itu banyak yang fiktif. “Saya tidak munafik la saya rasa hampir setiap desa, semuanya korupsi dana desa, tidak banyak sedikit jadilah, pasti ada korupsinya. Sama seperti saya karena saya kades maka tidak munafik saya memang ada melakukan korupsinya walaupun sedikit,” aku Kades.
Laporan : Jun
Posting : Imam Gazali

