Kliksumatera.com, INDRALAYA- Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya (FKIP UNSRI) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pengabdian Berbasis Masyarakat tahun 2025.
Kegiatan ini mengangkat tema “Pelatihan Penyusunan Perencanaan dan Implementasi Pembelajaran Berbasis Deep Learning Berbantuan Aplikasi Digital pada Guru di SMP Negeri 1 Indralaya Utara.”
Pelatihan dilaksanakan pada Kamis, 23 Oktober 2025, di laboratorium SMP Negeri 1 Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dan dihadiri oleh 30 guru dari berbagai mata pelajaran. Tim pelaksana kegiatan terdiri dari Drs. Emil El Faisal, M.Si. (Ketua Tim), bersama anggota Drs. Alfiandra, M.Si., Kurnisar, S.Pd., M.H., Puspa Dianti, M.Pd., dan Nila Sari, M.Pd.
“Pembelajaran mendalam (deep learning) mencakup pemahaman konseptual yang mendalam, integrasi pengetahuan, penerapan kreatif, dan tingkat keterlibatan sosial yang lebih tinggi.” (Akmal.A.N., et al. 2025)..
Ketua tim pelaksana Drs. Emil El Faisal, M.Si. dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa pembelajaran di abad ke-21 menuntut guru untuk tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.
Menurut beliau, pembelajaran berbasis deep learning atau pembelajaran mendalam sangat penting diterapkan agar peserta didik tidak sekadar menghafal, melainkan memahami konsep secara utuh dan kontekstual.
“Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran yang menerapkan pendekatan deep learning dengan pendekatan yang menyenangkan (joyful), bermakna (meaningful), dan penuh kesadaran (mindful) dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman konsep, serta mendukung perkembangan kognitif dan emosional.” (Nurul. A., et al. 2025).
“Melalui deep learning, peserta didik diajak untuk berpikir mendalam, mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman sebelumnya, dan memecahkan permasalahan nyata di lingkungan mereka,” ujar beliau.
Beliau juga menambahkan bahwa deep learning memiliki tiga pondasi utama, yaitu mindful learning (pembelajaran sadar dan reflektif), meaningful learning (pembelajaran bermakna dan kontekstual), serta joyful learning (pembelajaran yang menyenangkan).
“‘Pembelajaran Mendalam’ merupakan pendekatan yang menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, penerapan pengetahuan dalam konteks dunia nyata, serta pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).” (Sutanto., et al. 2025).
Pemateri kedua, Drs. Alfiandra, M.Si., membahas peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran mendalam. “Guru berperan sebagai fasilitator, pengarah, sekaligus desainer pembelajaran yang menciptakan suasana kelas interaktif dan kolaboratif,” jelasnya.
Beliau juga memperkenalkan kerangka kerja deep learning, yang terdiri dari tahap eksplorasi, elaborasi, dan refleksi. Ia mencontohkan bagaimana model pembelajaran seperti Project Based Learning (PjBL) atau Inquiry Learning dapat digunakan untuk mengintegrasikan deep learning dengan konteks kehidupan nyata siswa.
Lebih lanjut, Beliau menekankan pentingnya penggunaan aplikasi digital dalam mendukung deep learning. “Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu presentasi, tetapi sarana untuk membangun kolaborasi dan kreativitas peserta didik,” tambahnya.
Pada sesi berikutnya, Kurnisar, S.Pd., M.H. memaparkan bahwa penerapan deep learning harus selaras dengan karakteristik Kurikulum Merdeka, yang menekankan fleksibilitas dan kebermaknaan belajar.
Beliau menjelaskan bahwa dalam kurikulum berbasis deep learning, asesmen sebaiknya dilakukan secara autentik melalui proyek, portofolio, refleksi diri, dan produk nyata siswa.
“Evaluasi pembelajaran tidak hanya menilai hasil, tetapi juga proses berpikir siswa. Dengan begitu, guru dapat memahami sejauh mana siswa benar-benar belajar secara mendalam,” ujar beliau.
Sesi terakhir diisi oleh Puspa Dianti, M.Pd. dan Nila Sari, M.Pd., yang memperkenalkan berbagai aplikasi digital edukatif yang dapat dimanfaatkan guru dalam mendesain pembelajaran berbasis deep learning.
Keduanya memperagakan penggunaan media digital seperti Storyboardthat.com untuk merancang alur pembelajaran berbasis cerita, Educaplay untuk membuat kuis dan evaluasi interaktif, serta Quizalize.com yang dapat menganalisis hasil belajar siswa secara langsung.
Selain itu, Puspa Dianti, M.Pd. secara khusus memaparkan cara penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan modul ajar berbasis deep learning. Beliau menjelaskan langkah-langkah mulai dari menentukan tujuan pembelajaran, memilih pendekatan dan model yang sesuai, hingga mengintegrasikan media digital agar pembelajaran menjadi lebih mindful, meaningful, dan joyful.
“Pembuatan RPP dan modul ajar bukan hanya soal kelengkapan administrasi, tetapi juga bagaimana guru mampu merancang pengalaman belajar yang berpusat pada siswa,” jelas Puspa.
Sementara itu, Nila Sari, M.Pd. menambahkan bahwa penggunaan teknologi seperti Canva Edu dan Google Form dapat mendukung guru dalam membuat desain pembelajaran yang kreatif, menarik, serta sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Kegiatan berlangsung aktif dan interaktif. Para guru menunjukkan antusiasme tinggi dengan banyak bertanya dan berdiskusi terkait penerapan deep learning dalam mata pelajaran masing-masing.
Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terhadap konsep dan penerapan deep learning berbantuan teknologi digital.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, para guru peserta pelatihan diberi tugas untuk menyusun perencanaan pembelajaran dalam bentuk RPP dan modul ajar berbasis deep learning. Rencana tersebut akan diuji melalui tahap observasi implementasi pembelajaran di kelas, di mana tim pengabdian akan melakukan pendampingan dan evaluasi langsung terhadap penerapan konsep deep learning oleh guru. Langkah lanjutan ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan program dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di SMPN 1 Indralaya Utara.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s) poin ke-4, yaitu Quality Education.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap para guru SMPN 1 Indralaya Utara semakin terampil dan percaya diri dalam menerapkan pembelajaran mendalam di kelas, sehingga mampu mewujudkan generasi pembelajar yang kritis, kreatif, dan berkarakter di era digital.
Sumber : Ril
Posting : Imam Gazali

