Kliksumatera.com, Lahat — Geliat para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lahat kian terasa. Berkat dukungan dan pendampingan dari PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI), banyak usaha kecil kini mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.
Salah satunya Aswen, pemilik Sanggar Pusaka Seganti Setungguan dari Kelurahan Bandar Jaya. Ia menuturkan, sebelum mendapat binaan dari BPI, usahanya masih sebatas hobi mengoleksi barang pusaka. Namun, setelah bergabung sebagai Banjarsari UMKM Expo 2025, usahanya mulai dikenal masyarakat luas.
“Dulu kami hanya kolektor, setelah kami diajak ikut Banjarsari Expo 2025. Harapan kami, kerajinan pusaka, tajuk, dan fashion khas Lahat bisa dikenal lebih luas, bukan hanya di Sumsel tapi juga di seluruh Indonesia,” ungkap Aswen
Cerita serupa datang dari Rio, pelaku usaha makanan ringan dan susu kedelai. Sejak menjadi binaan BPI, ia merasakan banyak perubahan, terutama dalam hal permodalan dan efisiensi produksi.
“Alhamdulillah, kami sudah dibantu dua tahap dana, pertama 8 juta ( delapan, juta) tahap kedua 10 juta ( sepuluh juta). Sebelumnya semua pembuatan susu kedelai masih manual, sekarang semenjak mendapatkan bantuan mesin dari PT BPI, telah mengalami peningkatan produksi dan begitu juga omset bertambah.
Program pendampingan seperti ini menjadi bukti nyata komitmen PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) dalam memberdayakan masyarakat sekitar wilayah operasionalnya. Perusahaan pembangkit listrik independen (Independent Power Producer/IPP) yang mengoperasikan PLTU Banjarsari di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, ini tak hanya fokus pada penyediaan energi, tetapi juga turut menumbuhkan ekonomi warga.
Sejak berdiri pada Agustus 2007, PLTU Banjarsari berkapasitas 2 x 135 MW ini terus mendukung upaya pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), terutama di bidang ekonomi.
Melalui program pembinaan UMKM, BPI memberikan pelatihan manajemen usaha, pengemasan produk, pemasaran digital, hingga bantuan modal. Hasilnya, banyak UMKM binaan kini berhasil memasarkan produk mereka tidak hanya secara lokal, tetapi juga lewat platform daring.
Produk-produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari olahan makanan khas daerah, kerajinan tangan, hingga usaha konveksi.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, PT BPI berharap program ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara dunia industri dan masyarakat mampu menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Lahat.
Penulis: Novita

