Kliksumatera.com, ASAHAN- Proyek pekerjaan di lingkungan PTPN IV PalmCo Kebun Sei Kopas diduga tidak dilaksanakan oleh vendor sebagaimana mestinya, melainkan dikerjakan langsung oleh manajemen kebun. Dugaan tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait tata kelola proyek serta potensi konflik kepentingan di internal perusahaan.
Menurut informasi yang dihimpun dari sumber internal, sejumlah pekerjaan proyek yang seharusnya menjadi tanggung jawab pihak vendor justru dikelola langsung oleh manajemen kebun. Kondisi ini diduga membuka peluang adanya keuntungan pribadi yang mengalir kepada oknum tertentu, termasuk Manager, Asisten Kepala (Askep), hingga asisten terkait.
Ilham Juanda S.H Selaku Ketua MPPN (Mahasiswa Pemerhati Perkebunan Negara) dalam keterangan persnya mengatakan ini menjadi fenomena yang aneh di Kebun Sei Kopas seharusnya management yang melakukan pengawasan pekerjaan proyek pemeliharaan malah mereka yang mengerjakan, vendor tinggal terima bersih, diduga dapat fee dari vendor manager Kebun Sei Kopas. “Pekerjaan itu seharusnya dikerjakan vendor sesuai kontrak. Namun di lapangan, justru dikerjakan sendiri oleh pihak manajemen kebun,” ujar Ilham Juanda S.H
Ilham Juanda S.H juga menyebutkan bahwa pola seperti ini berpotensi merugikan perusahaan, baik dari sisi transparansi anggaran maupun akuntabilitas pelaksanaan proyek. Selain itu, vendor yang seharusnya mendapatkan hak pengerjaan dan keuntungan proyek diduga tidak dilibatkan sebagaimana mestinya.
Jika benar terjadi, praktik tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang selama ini digaungkan oleh PTPN Group, terutama terkait transparansi, profesionalisme, dan pencegahan konflik kepentingan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PTPN IV Kebun Sei Kopas belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi kepada Manager kebun masih terus dilakukan guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut.
Sejumlah pihak berharap agar manajemen PTPN IV PalmCo Regional segera melakukan evaluasi dan audit internal untuk memastikan seluruh proyek berjalan sesuai aturan, serta menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran yang merugikan perusahaan dan mencederai kepercayaan publik.
Laporan : Boy
Posting : Imam Gazali

