Kliksumatera.com Lahat — Dalam upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap kehidupan dan dinamika pedesaan, sekitar 200 mahasiswa Universitas Sriwijaya (UNSRI) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik lapangan di Desa Sukarami, Kabupaten Lahat. Bertempat di Balai Serbaguna pada Sabtu 11 April 2026.
Kegiatan ini didampingi oleh 8 dosen serta 12 asisten lapangan, di bawah koordinasi Dr. Ir. Yulian Junaidi, M.Si. Kades Sukarami Satgas Swasembada pangan, Ketua Kopdes Desa Sukarami, beserta undangan lainnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali kondisi riil masyarakat desa sekaligus mengimplementasikan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Fokus utama kegiatan mencakup integrasi kelembagaan kelompok tani dalam rantai pasok Koperasi Desa (Kopdes), serta penguatan manajemen usaha tani yang berkelanjutan.
Hal ini dijelaskan Dr. Ir. Yulian Junaidi, M.Si. mengawali pembukaan Sosialisasi, selain itu beliau menekankan bahwa terdapat lima aspek penting dalam pembangunan pertanian berkelanjutan, yakni aspek ekonomi, sosial, lingkungan, kelembagaan, dan teknologi. Dari sisi ekonomi, diharapkan kesejahteraan petani dapat meningkat seiring dengan potensi sumber daya alam yang melimpah.
Sementara dari aspek sosial, hubungan antar masyarakat, pendidikan, dan kesehatan juga perlu diperhatikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Jangan sampai kemajuan ekonomi mengorbankan lingkungan. Semua aspek harus berjalan seimbang,”
Dalam aspek kelembagaan, keberadaan koperasi seperti Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi wadah bagi petani dalam memasarkan produk pertanian lokal. Hal ini penting agar produk desa tidak kalah bersaing dengan produk dari luar daerah.
“Koperasi bisa menjadi tempat pemasaran sekaligus meningkatkan nilai tambah produk. Bahkan bisa dikembangkan menjadi pengolahan atau usaha turunan seperti kafe berbasis produk lokal,”
Dengan adanya penguatan kelembagaan dan manajemen usaha tani, diharapkan petani tidak hanya memperoleh hasil panen, tetapi juga nilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan hingga mendorong terbentuknya tabungan masyarakat.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong peningkatan nilai tukar petani serta memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.
Sementara itu Kepala Desa Sukarami, Bujang, S.P., menyambut positif kehadiran mahasiswa UNSRI. Menurutnya, kegiatan ini memberikan tambahan wawasan bagi para petani di desa
“Dengan adanya mahasiswa, tentu menambah ilmu bagi kami para petani. Ada banyak hal yang bisa dipelajari bersama,” tegas Bujang SP.
Laporan Wartawan Novita

