Kliksumatera.com Muratara -SE
Kejam Dan seolah Uang pribadi pejabat fungsional bagian GTK Dinas pendidikan kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) provinsi Sumatera Selatan (Sum -sel) Inisial MS Di Duga Potong Uang Tunjangan khusus Daerah Terpencil (TKDT) sebesar Rp 50,000 (Lima puluh Ribu Rupiah) perorang Guru Di kabupaten Muratara dengan alasan Untuk pembuatan SPJ.
Sebanyak 358 Guru Daerah Terpencil Di kabupaten Muratara yang mendapat kan tunjangan Insentif sebesar Rp 250,000 (Dua ratus Lima puluh Ribu) perbulan Murka dengan pejabat fungsional bagian GTK Dinas pendidikan kabupaten Muratara MS karena mereka tak Sudi uang insentif nya di potong 50 Ribu Oleh MS.Jum,at 19/6/2026 .
Adapun Rincian jumlah Guru yang mendapat kan insentif tunjangan itu adalah 241 Guru Sekolah Dasar (SD) Dan 117 Orang Guru Sekola menenga Pertama (SMP) Uang insentif tunjangan khusus Daerah Terpencil (TKDT) di keluarkan 3 tiga bulan sekali Sebesar Rp 750,000(Tuju Ratus Lima puluh Ribu Rupiah) per orang Guru jarak jauh Namun Betapa terkejut nya para Guru mendengar pemotongan Uang TKDT Oleh MS pejabat fungsional bagian GTK sebesar Rp 50 Ribu Rupiah per orang.
MS Di Duga mewajibkan pemotongan Uang TKDT itu untuk di potong 50 Ribu Rupiah per orang Guru karena untuk biaya pembuatan SPJ , MS Juga sempat melontarkan kata-kata, kalau tidak mau di potong 50 Ribu Rupiah kedepan nya Guru yang membangkang tidak dapat lagi insentif, sikap MS layaknya mengeluarkan uang pribadi untuk insentif TKDT .
,”Saya katakan ini benar benar Gila biasanya pemotongan Uang insentif TKDT itu untuk SPJ cuma Rp 50,000 (Lima puluh Ribu) persekola bukan per orang, Di lantak oleh pejabat fungsional bagian GTK Disdik Muratara MS ini 50 Ribu per orang ,itu Di wajib kan oleh MS bagi yang keberatan Di potong 50 Ribu per orang MS katakan kedepannya tidak dapat lagi insentif TKDT (tunjangan khusus Daerah Terpencil) kok bisa gitu ya.
,”apaka anggaran TKDT ini uang pribadi MS , apabila uang yang Di potong MS tidak di kembalikan saya akan Temui dan menghadap Bupati Muratara karena ini adala suatu tekanan dari pejabat fungsional bagian GTK Dinas pendidikan kabupaten Muratara,karena saya tau betul Bahwa uang TKDT ini tidak bole di potong seribu rupiah pun .
,”Saya mintak inspektorat kabupaten Muratara segera melakukan pemeriksaan terhadap MS pejabat fungsional bagian GTK Dinas pendidikan kabupaten Muratara, karena ini suda memasuki rana tiga katagori,yakni perbuatan melawan hukum, menguntungkan diri sendiri ,dan merugikan keuangan negara,”kata Narasumber yang enggan disebutkan namanya.
Namun apa yang telah di lakukan oleh MS pejabat fungsional bagian GTK Dinas pendidikan Muratara telah bertolak belakang dengan keputusan kpk,BPK yang menerangkan bahwa tidak ada pemungutan biaya untuk pembuatan SPJ Di Dinas pendidikan di sekolah.
,”saya tau betul keputusan Hasil Musyawara BPK,KPK yang mengatakan bahwa tidak ada pemungutan Biaya di sekolah maupun Dinas pendidikan Guna pembuatan SPJ, saya akan menghadap Bupati Muratara,c mewajibkan pemotongan Uang TKDT ini ,pak Bupati pasti mara besar terkait Hal ini ,”sambung Narasumber yang enggan disebutkan namanya itu.
(JUN)

