CIANJUR – Sebagai bagian dari rangkaian sasaran nonfisik yang telah tuntas dilaksanakan 100 persen, Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0608/Cianjur bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur menggelar penyuluhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan berlangsung di bawah tenda lapangan di wilayah Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, dihadiri puluhan warga yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga dan pelaku usaha lokal.
Terlihat antusiasme peserta sangat tinggi saat mendengarkan pemaparan materi dari narasumber. Penyuluhan ini membahas berbagai hal penting mulai dari cara mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai jual tinggi, teknik pengemasan yang menarik, strategi pemasaran yang tepat, hingga pengelolaan keuangan usaha yang sehat. Para peserta juga mendapatkan kesempatan bertanya langsung serta menerima panduan praktis dan bingkisan kenang-kenangan dari panitia.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur, Letkol Inf. Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., menyampaikan bahwa pembangunan tidak hanya berupa jalan dan bangunan fisik, melainkan juga penguatan ekonomi masyarakat. “Kami ingin kehadiran TNI di sini tidak hanya meninggalkan fasilitas yang kokoh, tetapi juga membekali warga dengan keterampilan dan pengetahuan agar mampu mengembangkan potensi diri dan lingkungan. Dengan adanya penyuluhan UMKM ini, kami berharap warga Desa Mekarmukti semakin mandiri, kreatif, dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya sendiri,” ujarnya.
Salah satu peserta, Ibu Siti Maryam, mengungkapkan rasa senangnya mendapatkan ilmu baru. “Selama ini kami banyak menghasilkan produk dari alam sekitar namun belum tahu cara menjualnya dengan baik. Penjelasan hari ini sangat membuka wawasan kami. Kami bertekad mencoba menerapkannya agar bisa menambah penghasilan keluarga. Terima kasih banyak kepada Bapak TNI dan Pemda yang telah memberikan kesempatan ini,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Mekarmukti Rudi Indra Permana mengapresiasi kegiatan yang sangat bermanfaat tersebut. “Desa kami kaya akan hasil pertanian dan kerajinan tangan. Dengan adanya penyuluhan ini, kami yakin potensi yang ada dapat diolah menjadi produk unggulan yang bisa dikenal luas. Ini adalah langkah nyata menuju kemajuan ekonomi desa yang berkelanjutan,” ungkapnya.(*)

