Kliksumatera.com LAHAT, –Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memengaruhi aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kualitas udara.

Ketua MKKS ( Musyawarah kerja kepala sekolah) Kabupaten Lahat, Dr. Tri Turnadi, M.Pd., Pada Awak Media di ruangannya pada Kamis 10 September 2026 mengatakan bahwa ” Berdasarkan surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel tentang pelaksanaan KBM ( kegiatan belajar mengajar) tingkat SMA/ SMK sederajat tentang proses belajar
terdapat tiga skema pembelajaran yang diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), yakni tatap muka penuh, tatap muka terbatas, dan pembelajaran jarak jauh.
“Kalau ISPU di bawah 100 masih sehat dan boleh tatap muka. Namun jika kondisi udara memburuk, pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi,” kata Tri Turnadi.
Untuk Kabupaten Lahat, berdasarkan instruksi yang telah diberlakukan, sebanyak 35 sekolah menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas. Durasi pembelajaran dikurangi menjadi sekitar 10 menit untuk setiap mata pelajaran.
Selain durasi belajar, waktu kegiatan sekolah juga mengalami penyesuaian. Siswa masuk pukul 07.00 WIB dan kegiatan pembelajaran berakhir sekitar pukul 13.35 WIB, dibandingkan sebelumnya hingga sekitar pukul 13.40 WIB.
Apabila kondisi ISPU mencapai 200 atau lebih, siswa akan diarahkan untuk mengikuti pembelajaran dari rumah atau pembelajaran jarak jauh.
Meski demikian, tidak seluruh sekolah menerapkan pembelajaran terbatas. Beberapa sekolah, yakni PUMI, PUMI Cendikia, dan SMA Darussalam Kikim, masih melaksanakan pembelajaran tatap muka penuh.
Kebijakan tersebut berlaku mulai 10 hingga 16 September 2026 dan akan dievaluasi kembali berdasarkan perkembangan kondisi kualitas udara.
Tri Turnadi berharap kondisi cuaca segera membaik dan hujan turun sehingga kualitas udara kembali normal.
Jika ISPU kembali berada di bawah angka 100, kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat kembali berjalan seperti biasa.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap masih terjadi.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker dan segera kembali ke rumah setelah menyelesaikan aktivitas.
“Harapannya kondisi cepat stabil, sehingga sekolah bisa kembali seperti biasa. Kita berharap segera turun hujan,” pungkasnya.
Semoga Negeri kita secepatnya pulih seperti sedia kala.
Laporan Wartawan Novita

