Kliksumatera.com Lahat, — Pemerintah Kabupaten Lahat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Tata Ruang di Hotel Santika, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti peserta secara daring terdiri dari direktur biro Perencanaan Wilayah 1, Rahma Julianti ST, MSC, Pejabat Fungsional penata ruang Ahli Utama Ir Supriyadi, MT. Sementara hari secara Luring terdiri dari Asisten 2 Ichan Fadli, Sip MM, Kepala Bapeda Febriansyah Eka Putra, ST, MM, Kadis PU PR, Kadis PU Perkimtan, Kadis Kominfo, Kadis Perkebunan, Kadis Perdagangan, Kadis Pertanian, PLT Kadis Perhubungan, Plt Kadis Perikanan, Perwakilan BPS, Perwakilan Dukcapil, Camat 3 Wilayah Perkotaan beserta undangan lainnya.

FGD ini menjadi bagian dari proses penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk tiga wilayah perencanaan di Kabupaten Lahat, yakni kawasan perkotaan Kecamatan Kota Agung, Kikim Selatan, dan Tanjung Sakti Pumi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lahat, Ir. Jeffran Asyaputra, mengatakan penyusunan tata ruang memiliki peran penting dalam memberikan kepastian pemanfaatan ruang sekaligus mendukung pengendalian pembangunan dan investasi di daerah.
Tak lupa Jeffran menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, khususnya Direktorat Perencanaan Tata Ruang Wilayah I, yang telah memberikan bantuan teknis kepada Kabupaten Lahat dalam proses penyusunan RDTR.
Menurut Kadis PU PR bahwa dari sejumlah daerah yang diusulkan di Sumatera Selatan, Kabupaten Lahat menjadi salah satu daerah yang mendapatkan bantuan untuk penyusunan tiga RDTR. Selain Lahat, terdapat Kabupaten/Kota lain yang juga memperoleh bantuan serupa.
“Alhamdulillah, dari lima yang kita usulkan, kita mendapatkan tiga bantuan RDTR,” ujar Jefran.
Ketiga wilayah tersebut memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Kawasan perkotaan Kota Agung, misalnya, memiliki potensi pengembangan kawasan agropolitan sekaligus harus memperhatikan keberadaan kawasan hutan lindung serta potensi bencana banjir dan longsor. Adapun waktu penyusunan hanya 3,5 bulan
Sementara wilayah Kikim Selatan memiliki kawasan yang diarahkan sebagai pusat pelayanan terpadu mandiri. Sejumlah infrastruktur pendukung juga perlu mendapat perhatian, termasuk pengelolaan sungai dan rehabilitasi jaringan irigasi.
.
Adapun wilayah Tanjung Sakti Pumi memiliki potensi pengembangan kawasan perkotaan dan agrowisata. Posisi wilayah tersebut juga strategis karena menjadi salah satu kawasan yang menghubungkan Kabupaten Lahat dengan wilayah Bengkulu.
“Daerah yang rawan longsor harus menjadi perhatian. Pembangunan harus diperketat dan RTRW harus dijaga,” tegasnya.
.
Jefran juga menekankan pentingnya koordinasi antardaerah, terutama berkaitan dengan penetapan dan penyelesaian batas wilayah. Menurutnya, kepastian batas wilayah menjadi salah satu aspek penting dalam perencanaan tata ruang agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kita jadikan forum ini terbuka dan diharapkan mampu menghasilkan rumusan yang baik untuk pembangunan Kabupaten Lahat,” ujar Jeffran
Bupati Minta OPD dan Camat Aktif Bersinergi
Sementara itu, Bupati Lahat yang diwakili Asisten II Setda Kabupaten Lahat, Ichan Fadli, S.IP., MM, menyampaikan bahwa penyusunan RDTR untuk tiga wilayah tersebut telah dirintis sejak beberapa tahun sebelumnya.
.
Pada tahun anggaran 2026 Kabupaten Lahat memperoleh dukungan anggaran melalui mekanisme Anggaran Belanja Tambahan untuk penyusunan RDTR pada tiga wilayah perencanaan.
Menurutnya, agenda utama FGD adalah membahas dan menyepakati kondisi serta potensi strategis masing-masing wilayah perencanaan, termasuk kondisi eksisting, batas fisik, potensi pengembangan wilayah hingga kawasan rawan bencana.
Karena itu, Bupati meminta seluruh pihak yang terlibat, khususnya camat di tiga wilayah perencanaan, untuk membangun kolaborasi dan sinergi lintas sektor.
“Kami meminta seluruh OPD teknis terkait untuk dapat bersinergi, khususnya para camat di tiga wilayah ini, yakni

