JOMBANG — Di atas hamparan anyaman bambu yang terbentang di Dusun Waturupit, Desa Pojokklitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, suasana yang biasanya hanya diisi suara warga yang sibuk membalik daun tembakau kini terasa lebih hidup, Senin (26/10/2026). Personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang tak segan menyibukkan diri di antara mereka, menata, membalik, dan merapikan rajangan daun tembakau yang sedang dijemur pekerjaan yang biasanya memakan waktu dan tenaga para ibu rumah tangga.
Bagi Ibu Rumi, tembakau adalah salah satu penopang ekonomi keluarga saat musim kemarau. Menjemur dan membalik daun tepat waktu menentukan kualitas dan harga jualnya. Jika tertunda atau kurang teliti, pendapatan bisa berkurang. Hari ini, ketika tangan-tangan tambahan hadir membantu, beban yang selama ini dipikulnya terasa jauh lebih ringan.
“Selama ini kami mengerjakan sendiri. Jumlah tembakau yang banyak, medan panas, dan waktu yang terbatas sering membuat kami kelelahan. Ketika Bapak-bapak TNI datang langsung membantu, kami sungguh terharu. Mereka tahu kapan harus membalik daun agar keringnya merata, bahkan bertanya cara yang benar agar tidak merusak daun. Ini bukan sekadar bantuan tenaga, tapi perhatian yang membuat kami merasa dihargai,” ujar Ibu Rumi dengan wajah berseri.
Ia menjelaskan, dengan bantuan tersebut, proses penjemuran berjalan lebih cepat dan rapi. Daun-daun dapat dibalik serentak sehingga kualitasnya terjaga, yang berarti harga jual di pasaran nanti bisa lebih baik.
“Kehadiran mereka membawa perubahan yang kami rasakan langsung. Tidak hanya bangunan yang berdiri, tapi pekerjaan kami menjadi lebih ringan dan hasilnya lebih terjamin. Semoga kebersamaan ini terus terjaga, karena kami merasa TNI benar-benar satu dengan kami,” tambahnya tulus.
Komandan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han., menegaskan bahwa menyatu dengan keseharian warga adalah inti dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Ketika kami turun membantu menjemur tembakau, kami tidak sekadar mengerjakan sesuatu kami mendengarkan, memahami, dan ikut merasakan bagaimana warga berjuang memenuhi kebutuhan keluarga. Inilah TMMD yang sesungguhnya: hadir di tengah rakyat, memahami kesulitan rakyat, dan berbuat sekuat tenaga demi kemaslahatan bersama,” tegasnya.
Bagi warga Desa Pojokklitih, hari ini mengajarkan satu hal sederhana: bahwa persatuan yang nyata terlihat bukan dari gedung yang megah, melainkan dari tangan-tangan yang saling membantu di bawah terik matahari, demi kehidupan yang lebih baik bersama-sama.(*)

