Kliksumatera.com, LUBUKLINGGAU- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Lubuklinggau dalam kurun waktu satu hari berhasil melakukan test swab kepada 846 warga dari 10 kelurahan.
Kota Lubuklinggau bisa dikatakan daerah pertama di Indonesia yang mampu melakukan tes massal dengan jumlah 846 orang/sample tersebut.
Swab massal ini dilakukan dalam rangka kajian epidemologi dan untuk mengetahui tingkat penuluran virus di masyarakat. Petugas Kesehatan Lubuklinggau dibantu Polres dan Kodim melakukan tes massal sejak pagi hingga sore (Senin, 20 Juli 2020) di Kelurahan Wirakarya dengan hasil 101 sample, Kelurahan Tanjung Indah 100 sample, Kelurahan Sukajadi 113 sample, Lubuk Tanjung 100 sample, Bandung Kanan 66 sample, Karya Bakti 36 sample, Megang 100 sample, Taba Pingin 103 sample, Perumnas Rahma 45 sample, Taba Lestari 29 sample dan Petanang Ulu 53 sample. Total keseluruhan dalam satu hari ini mencapai 846 sample.
“Alhamdulilah, masyarakat antusias untuk mengikuti test swab ini, dan dalam sehari ini kita sudah 846 sample,” ungkap Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe.
Dikatakan Nanan sapaan Prana Putra Sohe, pelaksanaan swab massal ini akan berlangsung hingga Rabu (22 Juli 2020) dan diperkirakan dari 10 Kelurahan tersebut akan mencapai angka 1500 sample.
“Ini hari pertama dan akan berjalan sampai hari Rabu, Insya Allah dari 10 kelurahan ini tercapai 1500 sample. Sisanya akan terus dilakukan di setiap pukesmas dalam seminggu ini,” ujarnya.
Test swab yang dilakukan di 10 kelurahan ini juga merupakan bagian dari penilaian lomba itu dan kemudian juga akan dilakukan lagi di pusat-pusat keramaian kota sehingga test swab ini nantinya akan memenuhi kajian epidemologi.
Kajian epidemologi ini bagian dari syarat untuk menerapkan atau memberlakukan new normal (pola kehidupan baru). Dikatakan Nanan, test swab gratis ini juga akan sangat membantu masyarakat khususnya yang mempunyai penyakit, darah tinggi, kencing manis, ibu-ibu hamil, lansia, dan kegemukan karena mereka akan lebih dini mengetahui apa yang terjadi pada dirinya terkait Corona dan juga bagian dari syarat untuk berobat di rumah sakit, pukesmas, dan juga saat hendak melahirkan.
Laporan : Shandy April
Editor/Posting : Imam Ghazali

