Kliksumatera.com, MURATARA- Aliansi Mahasiswa Muratara melaksanakan Aksi Damai di Depan Kantor Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) namun sempat dibubarkan sekelompok orang yang mereka anggap kelompok premanisme Muratara. Terkait dengan itu aliansi Mahasiswa Muratara meminta kepada Polres Musirawas Utara untuk meningkatkan lagi keamanan dari premanisme di Muratara.

Adapun tuntutan Aliansi Mahasiswa Muratara yang mengadakan aksi damai tersebut mengajukan tiga tuntutan. Yakni, mereka menuntut kerugian negara 11 M yang dikelolah oleh dinas terkait di Muratara yaitu PUPR. Kemudian masalah pencemaran lingkungan, dan seleksi PPPK Guru yang tidak transparans, Senin 25/11/2024. “Dari pertama kami datang ke titik kumpul aksi jam dua, tetapi ada oknum yang tidak senang dengan kegiatan kami. Padahal kami dari Aliansi Mahasiswa Muratara bersama rakyat jadi kami minta premanisme di Muratara diturunkan. Untuk Pak Kapolres kami harap kerja memberantas premanisme di Muratara minta ditingkatkan lagi. Kemudian selanjutnya kami mengharap Media selalu ikut hadir untuk memantau aktivitas kami. Tuntutan kami untuk hari ini ada tiga tuntutan pertama di sini kami melihat ada temuan BPK yang menyebabkan kerugian Negara 11 M yang pokus pada PUPR Muratara, dan kedua masalah pencemaran lingkungan air keruh akibat banyaknya oknum masyarakat melakukan tambang ilegal yang tanpa legalitas. Yang ketiga ada seleksi PPPK Guru tidak transparansi patut diduga ada oknum pemerintah yang ikut intervensi dalam agenda ini. Harapan saya mewakili suara kawan- kawan yang mana tuntutan kami mahasiswa ini harus diklarifikasi dengan Pak Bupati Muratara. Besok Selasa 26/11/2024 kami akan konsisten, kami akan mengakomodir massa lebih banyak lagi untuk turun dan mengawal tuntutan kami. Mungkin adalagi tambahan tuntutan. Kami akan terus melancarkan aksi kami sampai ke tingkat pusat,’’ papar Birzu selaku Korlap Aksi Damai Mahasiswa Muratara tersebut.
Laporan : Jun
Posting : Imam Gazali

