Oleh: Rizkika Fitriani
Dua remaja atau ABG melakukan aksi berbahaya balapan dan menyalip ambulans di Kabupaten Klaten. Aksi keduanya pun terekam kamera warga di Jalan Veteran Ngingas, Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara itu pun viral di media sosial sejak Rabu (14/7/2021) sore. Di antaranya di akun Instagram @klaten_24jam.
Adapun dalam rekaman dua pemuda nekat adu cepat dengan mobil ambulans. Padahal, dua mobil ambulans yang tengah melaju itu sudah membunyikan sirine dan rotator tanda gawat darurat dengan cukup kencang. Nampak, dua pemuda yang menggunakan motor metic itu, tidak memberikan jalan kepada ambulans di belakangnya untuk melintas (Tribunsumsel.com, 16/7/2021).
Sungguh miris nasib ABG sekarang ini, sangat rusak dan dirusak, seperti pada kasus di atas, freestyle sudah tidak asing lagi didengar selama sistem sekuler yang mengatur. Bahkan sudah dijadikan sebuah trend yang wajib dipenuhi oleh para remaja. Inilah buah dari sistem sekuler-liberal, yang mengandalkan kebebasan berekspresi. Ditambah lagi akibat salahnya sistem pendidikan, sistem pergaulan, serta tidak adanya penanaman akidah pada setiap pemuda, berakibat membuahkan kehidupan pemuda seakan tak bermoral.
Atraksi Freestyle Biar Apa?
Atraksi tersebut sudah menjadi sebuah kebiasaan, dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi para remaja yang melakukan, seakan tidak menyadari bahwa yang dilakukan bisa membahayakan diri sendiri, bahkan juga membahayakan masyarakat lainnya. Tapi mirisnya, karena pemikiran remaja sudah terfokus pada trend, membuat mereka seakan tidak takut-takutnya, bahkan tidak memikirkan dampak yang akan terjadi. Dibenak para remaja, rela-rela saja melakukan ini semua, asal gelar hebat bisa mereka dapatkan.
Sungguh miris, pemuda di sistem sekarang ini selalu berlomba pada hal kesia-siaan, yang berujung membahayakan, dan berujung menghasilkan dosa.
Sistem Sekuler Melahirkan Generasi Tak Bermoral
Inilah faktanya, sistem sekarang ini gagal menciptakan generasi yang gemilang. Bayangkan saja bagaimana sistem sekarang ini mengatur, semua dilandaskan kebebasan. Sistem pergaulan pada remaja tidak dibatasi, bahkan selalu saja dibiarkan kalau ada para remaja yang tergerus pada pergaulan bebas dan berujung pada perbuatan nekat. Ditambah lagi tidak adanya penanaman akidah pada sang anak. Sistem pendidikan sekarang ini sudah keluar dari jalur tujuan yang sebenarnya, sekolah seakan berfungsi hanya untuk memudahkan mendapatkan materi di kemudian hari. Boro-boro penanaman akidah, belajar agama saja kurang lebih satu minggu sekali. Inilah yang mengakibatkan generasi tak bermoral, karena tidak adanya bimbingan, lindungan, dan penegasan dari pemerintah saat ini.
Sistem Islam Mampu Selamatkan Pemuda
Sangat berbanding terbalik jika islam yang mengatur kehidupan, yang mampu melahirkan pemuda bermoral, bahkan pemuda pejuang. Adapun solusi yang akan diterapkan pada sistem Islam antaranya:
Pertama, Islam akan memberikan pendidikan yang berbasis akidah, yang mampu membuahkan para pemuda berkepribadian Islam. Jika para pemuda sudah berkepribadian Islam, para pemuda tidak akan mudah melakukan hal kesia-siaan yang berujung pada kebahayaan. Karena dengan penanaman akidah, membuat para pemuda sadar akan jati dirinya sebagai seorang muslim.
Kedua, Khalifah akan memastikan para orang tua mendidik anak-anaknya dengan baik, karena bagaimanapun juga, orang tua mempunyai peran utama yang bertanggung jawab memperhatikan anaknya.
Ketiga, terlaksananya predikat seorang muslim, sebagai umat terbaik dengan melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Jika semua sadar akan predikatnya, para pemuda tidak akan nekat melakukan perbuatan yang keluar dari tugasnya.
Jika pemuda diberikan didikan yang benar, dibenak para anak muda yaitu bagaimana caranya membawa perubahan dengan menggerakkan dibarisan para pejuang, bahkan di garda terdepan. Sudah seharusnya kita selamatkan anak muda sekarang ini, dengan penerapan sistem Islam, agar mampu mendidik yang benar, dan melahirkan generasi yang gemilang. ***

