Oleh : Desi Anggraini (Pendidik Palembang)
Minggu, 10 Jul 2022 14.32 WIB. Pertamina menjelaskan penyebab kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite serta LPG nonsubsidi. tirto.id – PT Pertamina (Persero), lewat anak usaha Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan kenaikan harga sejumlah produk bahan bakar khusus (BBK) atau BBM nonsubsidi, Minggu (10/7/2022).
Kenaikan harga meliputi Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite serta LPG non subsidi seperti Bright Gas. Pertamina beralasan kenaikan harga mengacu pada harga minyak saat ini. Mereka juga menilai kenaikan harga sesuai aturan yang berlaku. “Saat ini penyesuaian kami lakukan kembali untuk produk Pertamax Turbo dan Dex Series yang porsinya sekitar 5% dari total konsumsi BBM nasional, serta produk LPG non subsidi yang porsinya sekitar 6% dari total konsumsi LPG nasional,” kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting dalam keterangan, Minggu.
Penyesuaian ini memang terus diberlakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU). Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia, (Tirto.id, Minggu, 10/07/2022).
Kezaliman penguasa kepada rakyatnya. Di satu sisi ketika harga minyak mentah dunia naik, pemerintah dengan segera menaikkan harga BBM dengan alasan mengacu pada harga minyak dunia. Namun sebaliknya, saat minyak dunia anjlok, pemerintah dengan seribu alasan untuk menghindar untuk menurunkan harga BBM. Dengan kebijakan ini yang sebetulnya melanggar aturan yang dibuat sendiri oleh pemerintah, maka dari bensin dan solar yang biasa disebut BBM subsidi pun, pemerintah telah menangguk untung besar dari bisnis tersebut.
Jelas ini sebuah kezaliman yang besar terhadap seluruh rakyat terutama rakyat miskin dan hampir miskin. Betapa tidak, ternyata pemerintah tetap tega mengambil untung besar dari bisnis BBM yang sejatinya milik rakyat karena sebagian besar digali dari perut bumi Indonesia. Semua kebijakan buruk dan zalim ini akibat diterapkannya sistem demokrasi kapitalis. Sistem ini telah menjadikan penguasa tidak lebih dari sekadar makelar yang berkelindan dengan kepentingan para pemilik modal dalam mendagangkan hajat hidup publik.
Sistem ini juga telah melahirkan penguasa zalim tanpa empati sedikit pun kepada rakyatnya, yang menghilangkan fungsinya sebagai penjaga dan pelayan rakyat. Di Indonesia diperburuk dengan pemerintah yang tidak taat pada aturan yang telah mereka buat sendiri. Sungguh berbeda dengan sistem yang lahir dari aturan Islam.
Dalam pandangan Islam, sumber daya alam yang jumlahnya besar seperti minyak bumi merupakan harta milik umum. Pemerintah harus mengelolanya secara langsung, dengan alasan apa pun tidak boleh menyerahkan pada pihak swasta apalagi asing. Semua hasil pengelolaannya diberikan kepada seluruh rakyat berupa BBM murah bahkan gratis. Jika masih tersisa dari hasil pengelolaan tersebut dapat diberikan dalam bentuk kesehatan, pendidikan, atau kebutuhan publik lainnya secara gratis.
Sistem Islam ini juga akan melahirkan para pemimpin yang bertakwa, menjadikan kepemimpinan adalah sebuah amanah yang pasti akan dimintai pertanggungjawabannya dari Allah SWT terhadap kepemimpinannya. Selain itu pemimpin juga berfungsi sebagai pelindung dan pelayan rakyat. Semua konsep ini membentuk pemimpin bertanggung jawab dan jujur serta mencintai rakyatnya.
Pemimpin yang seperti ini tidak mungkin menipu, apalagi menyengsarakan rakyatnya dengan menerapkan aturan yang zalim. Demikianlah gambaran singkat keunggulan pemimpin dalam Islam. Sudah seharusnya bagi seluruh umat Islam untuk rindu diatur oleh Islam sembari mempelajari hukum-hukumnya dan menyebarkannya. Gambaran lengkap sistem Islam hanya bisa diwujudkan oleh sebuah institusi negara yang disebut dengan Khilafah Islamiyah. Wallahu a’lam bissawab

