Oleh : Yeni Aryani
Mengutip dari Middle East Eye, Minggu 03 Maret 2024 “Jelang Ramadan, Israel Ketar-Ketir Kurma Buatannya Tak Laku Ibas Aksi Boikot” kekhawatiran mereka sangat beralasan sebab ajakan boikot produk Israel masih menggenggam di dunia akibat aksi kejahatan perang yang telah mereka lakukan. Kampanye iklan senilai USD 550.000 untuk mempromosikan kurma Medjool Israel dihentikan sebagai tanggapan atas ketakutan boikot tulisan kutipan itu.
Pengawasan terhadap produk mereka di kalangan muslim meningkat imbas darah yang mereka tumpahkan di Gaza Palestina. Mereka juga terus melakukan perlawanan terhadap aksi boikot kurma, produsen berkerja sama dengan beberapa pihak untuk mengubah label untuk mengaburkan asal-muasal kurma yang mereka expor.
Pemboikotan kurma asal entitas zionis saja belum cukup perlunya adanya pemberian atau tindakan lebih lanjut agar dapat memberi efek jera bagi penjajah, hal ini senada yang diucapkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul ulama atau PBNU KH Yahya Cholil Staquf “bahwa aksi boikot produk yang berasal dari Israel tidak cukup untuk dapat memberikan efek jere atau menghentikan serangan yang diluncurkan zionis iblis tersebut terhadap rakyat Gaza, Palestina”. Oleh sebab itulah pemerintah Indonesia dan negara-negara di dunia harus melakukan langkah-langkah yang lebih akurat agar dapat menghentikan penindasan, pembunuhan yang terus dilakukan tentara Israel.
Seperti sebelumnya kita ketahui bersama bahwa seruan boikot produk zionis ini juga terjadi di berbagai negara dan di Indonesia sendiri melalui MUI mengeluarkan seruan atau fatwa keharaman membeli dan memakai segala jenis prodak asal Israel, tegasnya di kantor PBNU di Jakarta Pusat Sabtu 09 Maret 2024 Sumber tvonenews.
Sudah saatnya umat bersatu dalam segala hal untuk menunjukkan kepedulian, pembelaannya terhadap warga palestina, karena selain kewajibannya menolong sesama muslim, itupun suara kebenaran yang harus kita sampaikan ke mata dunia agar dunia tahu bagaimana sepak terjang serta kekejamannya yang telah mereka lakukan. Perbuatan mereka sangat terkutuk, tidak punya perikemanusiaan perbuatan mereka melebihi buruknya kelakuan iblis laknaktullah. Palestina saat ini masih membara, kekejaman, pembantaian terus berlangsung. Dan bulan Ramadan ini mereka belum juga mendapatkan pembelaan secara nyata dan langsung dari saudara-saudaranya diberbagai negara muslim terdekat dengan lokasi mereka meregang nyawa.
Perlu juga diingat bahwa memboikot produk saja belumlah cukup, umat juga harus bersatu dalam memboikot pemikiran, pemahaman, ideologi yang emban oleh entitas ini. Sangat bertentangan dengan syariat Islam yang telah Rasulullah Saw contohkan, seperti dalam Islam nyawa manusia sangat berharga bahkan Allah SWT berfirman yang artinya “Barang siapa yang dengan membunuh manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya” TQS Al Maidah ayat 32.
Sedangkan dalam kitab Suci entitas zionis iblis Israel yahudi ini, yakni Talmout, orang yahudi boleh merampok dan membunuh kafir (non Yahudi). Sanhedrin 57a “jika seorang yahudi membunuh seorang cuthea(kafir), tidak ada hukuman mati, Apa yang sudah mereka curi oleh seorang yahudi boleh dimilikinya”. Ini baru satu dari sekian banyak ajaran rusak dan nyeleneh dari pemahaman zionis
Sangat jelas sekali Pemahaman mereka bertentangan dengan syariat Islam yang pernah berkuasa dan berjaya di dunia berabad-abad lamanya. Propaganda yang terus mereka mainkan untuk menghancurkan persatuan umat Islam baik dari luar maupun dalam. Mereka sangat khawatir apabila Islam kembali bangkit dan menguasai dunia tentunya sepak terjang mereka yang menyalahi syariat Islam akan di bumihanguskan. Hal ini membuat mereka tidak pernah tidur nyenyak, dalam membuat fitnah sebagai tandingan agar umat manusia khususnya umat Islam terpecah
Umat seharusnya kembali menerapkan syariat Islam Kaffa sebagai dasar perjalanan aturan kehidupannya namun idiologi Islam tidak akan bisa di terapkan selama negara ini masih dikuasi oleh sistem sekuler. Penerapan syariat Islam dalam naungan khilafah mampu memberikan solusi tuntas untuk setiap problematika kehidupan manusia termasuk kemerdekaan Palestina dan menjaga melindungi mengurus umat manusia dari segala praktik kezaliman. Wallahu alam biswaab.

