Kliksumatera.com, MURATARA- Badan Peneliti Independen (BPI) Muratara menyayangkan sikap Pemkab Muratara dan jajarannya yang cuek akan pembangunan yang diduga bermasalah.

”Salah satu contohnya pembangunan tempat pemandian jenazah di RSUD Rupit senilai Rp 200 juta yang hanya berukuran 4 x 4. Terkesan pembangunan tersebut sekadar modus untuk meraup anggaran Covid saja,” ujar Muhammad B, Ketua BPI Muratara Sabtu (12/9/2020).
Sebab dapat dikatakan bangunan yang hanya berukuran 4 x 4 meter menghabiskan dana sebesar 200 juta itu dapat dikatakan mustahil. “Saya sangat miris melihat kinerja Pemerintah Kabupaten Muratara. Setiap saya tanyakan baik dengan sekda, inspektorat, juga Ketua Komisi 3 DPRD Muratara, mereka seolah-olah tidak tahu-menahu. Apalagi yang menyangkut Gedung Pemandian Mayat di RSUD Rupit Muratara itu,” cetus Muhammad.
Muhammad berharap, kiranya Pemkab Muba dan jajarannya yakni Sekda dan Inspektorat serta Bupati juga pihak terkait dapat mengadakan pemeriksaan sebenar-benarnya. ”Jadi, jika ada bangunan yang bermasalah maka berilah teguran sehingga bangunan yang dikerjakan dapat sesuai sebagaimana mestinya,” tandasnya.
Laporan : Junaidi
Editor/Posting : Imam Ghazali

