Kliksumatera.com, PALEMBANG- Dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, pengurus Masjid Al Ghazali sukses menggelar Sholat Idul Fitri 1442 H, Kamis (13/5/21).
Lantunan gema takbir oleh para pengurus masjid hingga malam dilanjutkan sejak Subuh terus berkumandang dari Masjid Al Ghazali Unsri Palembang. Seakan menyambut para jemaah untuk menunaikan Sholat Id yang dilaksanakan secara ketat sebagaimana aturan prokes yang ada guna mencegah dan memutus Virus Covid-19.
Meski dengan jumlah jemaah yang terbatas sebagaimana aturan prokes yang ada, namun tak mengurangi khusyuknya jemaah dalam rangka menjalankan ibadah tahunan tersebut.
Sholat Id yang diimami oleh Prof H. Anis Saggaf dan Khotib Dr HM. Faizal tersebut dimulai sekitar pukul 07.15 WIB. Sebelum pelaksanaan Sholat Id, Ketua Masjid Al Ghazali Unsri Prof H. Zainuddin Nawawi melaporkan beragam kegiatan selama Ramadhan 1442 H tahun ini.
”Alhamdulillah berbagai kegiatan selama Ramadhan telah kita laksanakan selama Ramadhan tahun ini, dan semuanya berjalan sukses dan lancar. Dan mewakili seluruh pengurus, kami juga memohon maaf atas segala kekurangan dan yang kurang berkenan. Inshaa Allah pada tahun yang akan datang akan dapat kami laksanakan lebih baik lagi,” ujar Zainuddin.
Perlu diketahui, selama Ramadhan tahun ini, beragam kegiatan yang telah dilaksanakan di Masjid Al Ghazali antara lain buka bersama, tadarusan usai Sholat Tarawih, Iktikaf, Nuzulul Quran, hingga pengumpulan zakat. Semuanya telah dilaksanakan. Khusus untuk zakat, tahun ini total terkumpul uang Rp 29.624.000 dan 638 kg beras yang telah disalurkan kepada 440 mustahid dan 3 panti asuhan.
Sementara itu, Khotib M. Faizal dalam uraiannya antara lain membahas tentang ibadah puasa yang telah dilaksanakan kaum muslimin telah mampu melatih mental, penguasaan hingga pengendalian diri, dan menahan segala tipu daya setan. ”Selain itu, di hari yang suci ini, marilah kita saling menebar maaf. Karena memberi dan meminta maaf adalah sikap yang dianjurkan oleh Allah SWT,” tegas Faizal.
Sayyidina Ali RA pernah berkata: ”Bahwa meminta maaf adalah perbuatan yang paling mulia, sedangkan memberi maaf lebih mulia di mata Allah SWT. Sikap tersebut juga ditunjukkan Nabi Muhammad SAW yang memberi maaf kepada penduduk Mekah yang dulu memusuhi dakwahnya, menyiksa dan mengusirnya.”
”Maaf dapat menyambung kembali tali silaturahmi yang terputus. Meskipun maaf mudah untuk dituliskan namun tidak mudah diucapkan. Adakalanya kita tidak mampu mengalahkan ego masing-masing. Meskipun sulit, namun budaya ”maaf” tetap harus kita lestarikan karena itu adalah perbuatan mulia,” tandas Faizal dalam akhir khutbahnya.
Usai Sholat Id, para jemaah pun bubar tanpa bersalaman sebagaimana aturan prokes yang ada, namun tetap saling bermaafan.
Laporan/Posting : Imam Ghazali

