Kebumen– Mentari pagi baru saja menumpahkan cahayanya di hamparan sawah Desa Somagede, Kecamatan Sempor. Butiran embun masih bergelayut di ujung daun padi, seolah menunggu kisah pengabdian dituliskan oleh tangan-tangan yang tak pernah lelah menjaga negeri. Di tengah sela-sela tugas program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen, sosok Babinsa Desa Somagede, Sertu Mahmudan, hadir bukan hanya sebagai prajurit, tetapi sebagai penjaga denyut kehidupan rakyat.
Dengan seragam loreng yang menyatu dengan warna alam, Sertu Mahmudan turun langsung ke sawah, membantu masyarakat memanen padi di sekitar wilayah sasaran TMMD di Desa Somagede, Kecamatan Sempor. Tangannya yang biasa menggenggam senjata kini menggenggam batang padi, memotongnya dengan ketulusan, seolah setiap bulir adalah simbol harapan yang harus dijaga.
Tak ada jarak antara prajurit dan rakyat. Di sana, di antara hamparan emas yang bergoyang ditiup angin, TNI hadir sebagai saudara. Setiap ayunan tangan Babinsa bukan sekadar membantu panen, tetapi juga menanam rasa aman dan kebersamaan yang tak tergantikan.
Kehadiran Babinsa di tengah sawah menjadi bukti bahwa TMMD bukan hanya membangun jalan, rumah, atau fasilitas fisik. Lebih dari itu, TMMD membangun jembatan hati—menguatkan ikatan antara TNI dan rakyat, bahwa di setiap kesulitan, prajurit akan selalu berdiri di garis terdepan.
Seperti padi yang semakin merunduk saat berisi, demikian pula pengabdian TNI—semakin kuat, semakin membumi. Di Desa Somagede, pengabdian itu tumbuh, hidup, dan akan terus dikenang sebagai jejak sunyi para penjaga negeri. (*)

