Kliksumatera.com, PALI- Dikutip dari Humas Polri, Kapolda Sumatra Selatan berkomitmen akan melakukan penindakan tegas secara hukum terhadap penyalahgunaan minyak ilegal. Namun mirisnya, diduga salah satu oknum polisi Polres Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir diduga terlibat bisnis minyak ilegal.
Hal itu terlihat dari beredarnya video saat warga menyetop mobil yang diduga kuat lagi membawa minyak ilegal pada 29 Februari 2024 lalu namun baru viral sekarang.
Warga yang sudah resah dengan aktivitas mobil pengangkut minyak ilegal yang lalu lalang melewati jalan jalur dua simpang 5 Talang Ubi tersebut, lalu mereka melakukan penyetopan guna mencari informasi.
mereka menyetop mobil pick up bewarna putih Nopol BG 8416 **yang di duga kuat lagi membawa minyak ilegal lagi melintas di jalan jalur dua Talang Ubi.
Dalam vidio tersebut sang supir menggunakan baju kaos polisi bewarna coklat diduga salah satu anggota Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres PALI. Dalam video tersebut dia dengan lantang mengaku bahwa ia anggota Polres PALI berpangkat Brigadir.
Tidak itu saja, beliau juga mengizinkan warga untuk melaporkan mereka. “Laporke bae, aku ni begawe bukan idak begawe,” ungkap sang supir di dalam vidio tersebut. seolah mereka tidak melakukan kesalahan.
Padahal sudah jelas jika benar mereka melakukan hal itu, maka mereka sudah melanggar Pasal 55 UU Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.
Dan berikutnya warga juga menyetop mobil pick up berwarna hitam bermerk CARRY Nopol BG 8636 BI. Lagi-lagi sang supir juga mengaku bahwa mereka bawakan Ibu R dalam artian mereka dibackingi oleh salah satu ibu Bayangkari Polda Sumatra Selatan berinisial RT istri dari GH berpangkat Ajun Komesaris Besar Polisi (AKBP).
Deri salah satu warga Talang Nanas Kelurahan Talang Ubi Timur Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Pali menungkapkan kekecewaannya kepada awak media, terhadap salah satu oknum polisi yang ikut dalam melancarkan bisnis minyak ilegal tersebut. “Saya tidak habis fikir bagaimana selaku penegak hukum malah menentang hukum, saya berharap agar Polres Pali beri sanksi kepada oknum-oknum polisi yang nakal,” tegasnya.
Atas kejadian ini, Sabtu (18/5/24) awak media meminta tanggapan kepada Wakapolres PALI KOMPOL Farida Aprillah, S.H, melalui pesan whatsaap terhadap video tersebut. Ini tanggapan Wakapolres PALI: “Terima kasih atas kerja samanya Bang, semoga kita semua dapat memberikan yang terbaik untuk Pali. Saya sudah perintahkan untuk di tindaklanjuti. Insya Allah nanti akan ada perkembangannya sekali lagi terima kasih bang ya🤲🏻🤲🏻🙏🏻,” tutupnya.
Laporan : Anton
Posting : Imam Gazali

