Stunting dan Pandemi
Sintang – Pengertian stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah rata-rata untuk usianya.
Dapat diketahui stunting merupakan suatu bentuk masalah kekurangan gizi kronis yang berkepanjangan.
Anak Indonesia pada umumnya tidak kekurangan makan, namun rendahnya kesadaran akan gizi seimbang mengakibatkan mereka hanya mendapat asupan makanan pokok dengan sedikit protein atau sayuran.
Banyak orang tua juga tidak memahami pentingnya ASI, sebaliknya mengandalkan susu formula bagi bayi.
Untuk mengejar target prevalensi sebesar 14% pada 2024, diperlukan reorientasi program yang lebih nyata dan terarah di lapangan dengan penekanan pada intervensi spesifik pemenuhan nutrisi anak dan diprioritaskan kepada kelompok miskin yang mengalami pukulan terberat di masa pandemi.
Menyikapi hal tersebut dari pihak TNI ikut ambil bagian dalam rangka mencegah stunting tentunya bekerja sama dengan stechorder yang berkenaan menangani masalah tersebut.
Berbekal dengan kedekatan dengan rakyat, TNI melalui kegiatan TMMD Regtas ke-112 tahun 2021 melalui Kodim 1205/Sintang, Korem 121/Alambhana Wanawai menggeber langkah nyata.
Baik kegiatan insfratruktur dasar seperti pembukaan akses jalan, tidak ketinggalan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan.
Terlihat kegiatan penyuluhan tentang stunting yang diikuti dengan antusias oleh masyarakat. Karena masyarakat belum begitu paham tentang bagaimana penanganan stunting.
Kades Ampar Bedang Tony menyebutkan, ini masalah yang jarang tersentuh tentu begitu penyuluhan tentang stunting di desanya merupakan suatu hal yang luar biasa.
“Saya berterima kasih kepada pihak TNI bahwa, disamping membangun sarana fisik, TNI juga melaksanakan penyuluhan – penyuluhan, terutama tentang stunting,” tutur kepala desa Ampar Bedang tersebut.
Warga desanya belum begitu paham tentang stunting, karena dari segi pendidikan masih kurang dan juga dari segi ekonomi juga kurang.
“Tidak berlebihan jika dengan adanya penyuluhan stunting besar harapannya bermanfaat, dan bisa memberikan pengetahuan kepada seluruh warga disini,” jelas Tony.
Tony katakan, saat melihat antusias masyarakat mengikuti penyuluhan tentu sangat bagus.
“Antusiasnya sungguh luar biasa, jika ibu – ibu tidak punya pengetahuan tentang stunting akan merugikan masa depan anak,” imbuhnya.
Kades Ampar Bedang, saat ini tak berharap banyak, ia hanya ingin warganya terus melaksanakan setiap harinya akan pengetahuan yang baru didapatkannya.
Upaya penurunan angka stunting merupakan agenda besar pemerintah di bidang kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, pandemi covid-19 yang belum juga ada tanda kapan akan berakhir, menyebabkan laju penurunan stunting melambat. Inilah yang menjadi kendala saat ini.(*)

