Oleh : Umie Hasan
Deklarasi sepihak Gerakan Papua Barat dinilai dapat menstimulasi oposisi Indonesia. Sehingga, menggoyang kewibawaan pemerintah dan secara bertahap berdampak pada disintegrasi bangsa.
Indonesia harus bertindak tegas atas pernyataan Benny Wenda yang mengklaim telah membangun pemerintahan Papua Barat. Bahkan, kalau perlu Presiden mengeluarkan Instruksi Presiden, Bisnis.com.
Demokrasi yang selama ini dianggap paling “sempurna” dan menjadi primadona suatu negara. Demokrasi Pancasila yang digadang-gadang rezim sebagai sistem yang mampu menghempas para pengganggu NKRI, kini tak berkutik di hadapan seorang separatis bernama Benny Wenda. Demokrasi pancasila akhirnya hanya mengandung virus yang sangat menakutkan, yakni separatisme.Yang berujung disintegrasi, keinginan untuk memisahkan diri.
Akar masalah yang terjadi adalah kejahatan kapitalis Amerika, di Papua sangat mengerikan. Datanglah ke Papua. Siapa pun yang mendalami masalah di Papua akan merinding dan bergidik karena ganasnya kejahatan penjajahan Amerika. Tingkat kemiskinan di masyarakat Papua 8 kali lipat dibanding warga Jakarta. Padahal daerah mereka begitu kaya dengan berbagai jenis sumber daya alamnya.
Data badan pusat statistik (BPS) angka kemiskinan di Papua meningkat hampir 60 ribu orang sejak tahun 2014 sampai 2018 jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin di Jakarta yang hanya 3.5 persen. Papua adalah daerah Indonesia yang terkenal dengan kandungan kekayaan alamnya, mulai dari hasil perut buminya, minyak, hutan bahkan sampai keindahan alamnya. kekayaan alam yang terkandung di bumi Papua hanya dirasakan oleh segelintir orang. Itu semua dikuasai asing. Penduduk pribumi akhirnya gigit jari.
Diisintegrasi muncul karena kegagalan negara memberi keadilan, kesejahteraan dan mewujudkan keutuhan. Akhirnya publik bisa menilai, memahami bahwa penguasa saat ini tidak bertating di hadapan gerakan saparatis yang di pimpin Beny wenda.
Kezoliman yang di alami penduduk papua disebabkan kegagalan pemerintah dalam mengurus rakyat Papua. Para pemmpin yang korup, penguasa daerah juga menjalankan praktik korup seperti yang dilakukan atasan mereka yaitu pemerintah pusat.
Benih Separatisme Tumbuh Subur dalam Demokrasi
Tuntutan dan ambisi politik separatisme untuk merdeka bukan sekadar karena kekecewaan terhadap ketidakadilan pemerintah pusat. Ini adalah produk liberalisasi politik dan makin menggeliat tumbuhnya tuntutan demokratisasi secara global.
Dunia internasional terus memberikan sinyal dukungan atas kemerdekaan papua, Pengaruh terhadap gejolak Papua adalàh sistem kapitalis. Sistem inilah yang mencetuskan gerakan Papua merdeka. Bagi negara Kapitalis global, keberadaan Papua merdeka sangat cocok dengan strategi penjajahan mereka karena akan lebih leluasa menguras kekayaan Papua tanpa hambatan.
Sebaliknya, Petinggi negeri ini (pemerintah pusat) lebih banyak beretorika di banding memberantas tuntas benih disintegrasi, Dengan enteng mengatakan perbuatan Benny Wenda “sekadar” membentuk negara ilusi. Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan Benny Wenda membentuk negara ilusi di Papua. Dengan entengnya Mahfud mengatakan, “Benny hanya berilusi, memang di dukung negara kecil di Pasifik, namanya Vanuatu, tapi kecil itu.” (news.detik.com, 3/12/2020)
Sistem demokrasi benar benar terbukti gagal atasi disintegrasi di badingkan khilafah memberi solusi menghapus benih benih disintegrasi .
Islam Solusi Nyata
Papua merdeka adalah jalan lancar untuk penjajahan lebih masif dan sistematis. Hal ini semakin menguatkan bahwa memang ada Kapitalisme global dibalik aktivitas Papua merdeka. Salah satu upaya untuk melemahkan dan menguasai Indonesia adalah dengan dengan strategi pecah belah dan disintegrasi.
Di dalam Islam sikap disintegrasi ini sangat diharamkan. Islam selalu mengajarkàn persatuan dan kesatuan agar kita tidak mudah dipecah-belah oleh pihak manapun termasuk asing.
Olehnya Islam sangat mewanti-wanti agar seluruh komponen bangsa, khususnya umat Islam di negeri ini harus selalu waspada terhadap makar dan pihak asing yang ingin memecah-belah negeri ini. Kita harus sadar bahwa disintegrasi hanya akan semakin memperlemah negeri muslim terbesar ini. Kelemahan itulah yang diinginkan kafir pènjajah. Padahal Allah berfirman: “Allah tidak akan pernah memberikan jalan kepada kaum kafir untuk memusnahkan kaum mukmin”, (QS Annisa:141).
Jadi jelas solusi keadilan Papua bukan dengan Papua merdeka tetapi dengan mengenyahkan negara kapitalis global plus cukong-cukongnya dari negeri Papua dengan ketegasan agar Papua tidak lagi terjajah.
Solusi selanjutnya adalah dengan menerapkan kebijakan yang benar-benar membawa kekayaan melimpah di Papua menjadi milik rakyat Papua dan didistribusikan secara adil tanpa memandang ras, suku, maupun agama. Hanya Islam yang mampu menyelesaikannya dengan sederet hukum tegas yang di miliki akan menuntaskan madalah Papua yang berkepanjangan.
Alhasil kita wajib memerjuangkan tegaknya kembali khilafah sebagai junnah atau pelindung bagi manusia seluruhnya. Yaitu khilafah ala minhajinubuwwah. ***
Wallahu A’lami Bisshawab.

