Oleh : Frisca Nopianita
Saat ini kemajuan teknologi makin hari semakin canggih. Sehingga semakin banyak industri game online yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melakukan perkembangan tersebut. Industri game online juga pastinya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di negeri ini, melihat nilai industri game online melebihi nilai industri televisi. Maka bisa saja industri game online dibiarkan melesat ke kalangan anak muda dengan begitu cepat tanpa memikirkan bagaimana potensi anak-anak muda nantinya.
Game online saat ini memang sudah banyak digeluti anak-anak muda bahkan anak-anak di bawah umur pun sudah membiasakan diri bermain game online. Tidak hanya membiasakan diri, anak-anak muda menjadikan game online sebagai hobi bahkan sampai kecanduan game online. Hal ini pasti sangat mempengaruhi kondisi fisik, psikis dan potensi anak-anak muda generasi peradaban islam.
Jika industri game online terus meroket tak henti, maka nasib generasi penerus islam pun akan semakin hancur. Generasi penerus akan menjadi malas dan disibukkan dengan hal yang tidak bermanfaat dan mereka akan menghalalkan segala cara untuk bisa memuaskan kecanduan game online tersebut.
Seperti dilansir jpnn.com, Seorang pemuda berinisial BR, 20, warga kecamatan Ilir Timur I Palembang harus berurusan dengan aparat kepolisian Polsek IT I Palembang pada Kamis (22/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Penyebabnya ialah pemuda tersebut kepergok warga ketika sedang membobolkan kotak amal masjid Ar-Rahmat di Jalan. Veteran, Kecamatan Ilir Timur (IT) I.
“Kami amankan pelaku berinisial B. Jadi pelaku kepergok warga mengambil kotak amal”, ucap AKP Ginanjar. “Dari pengakuan sementara, pelaku mengaku nekad mencuri kotak amal masjid demi bermain game online di warnet terdekat”, lanjutnya. (JPNN.COM Kamis, 22/7/2021).
Hal tersebut membuktikan bahwa kecanduan game online dapat menjadikan seseorang tidak berkembang dengan baik sebagai generasi penerus negeri ini. Justru mereka akan malas dan membuang waktu dengan hal yang kurang bermanfaat serta nekad untuk memuaskan keinginannya. Seharusnya di usia muda seperti itu negara bisa membentuk potensi anak muda dengan baik karna mereka akan menjadi cikal bakal kemajuan suatu negeri.
Memang benar, industri game online ini sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Tetapi hal ini tidak harus mengorbankan nasib generasi muda. Inilah hasil dari kapitalisme yang berusaha memperoleh keuntungan semata tanpa memikirkan dampak baik buruknya suatu negeri.
Dalam Islam generasi muda dibentuk untuk memiliki akidah yang kuat, didorong untuk berkreasi serta berproduktif, memfasilitasi untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi setiap anak. Tidak harus mengandalkan pada game online, sistem islam (khilafah) mempunyai kebijakan dalam mensejahterakan kondisi perkeonomian juga tanpa merugikan rakyat terutama generasi muda. Pengelolaan SDA secara mandiri oleh negara tanpa melibatkan asing didalamnya untuk menyokong kehidupan perekonomian negara.
Islam adalah rahmatan lil’alamin yang mengatur semua aspek kehidupan baik itu bidang ekonomi, pendidikan, sosial, politik dan aspek lainnya. Serta dengan sistem islam khilafahlah yang dapat menyelesaikan segala problematika yang dihadapi oleh seluruh manusia.
“Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya : 107). ***

