Oleh : Qomariah (Muslimah Peduli Generasi)
Terlebih retorika soal Palestina bukan merupakan agenda pertama dan utama, bahkan seperti sebelum sebelumnya narasi menjaga perdamaian dunia di Palestina yang sering digembar-gemborkan itu dipastikan hanya akan berakhir sia-sia.
Ketua Yayasan Universitas Jayabaya Moestar Putra Jaya Moeslim memuji pidato Presiden Prabowo Subianto di KTT D-8 di Kairo Mesir, terkait Palestina.
Moestar menilai, pidato Prabowo berhasil menyentuh hati banyak orang. Dengan pesan mendalam tentang pentingnya persatuan dan kekuatan negara-negara muslim. Beliau menyampaikan pesan penting, kalau kita lemah, bagaimana bisa dukung Palestina?” ujar Moestar. Merdeka.com (Sabtu,21/12/2024).
Terkait Palestina, Presiden Prabowo menyampaikan dukungan dan kesiapan RI untuk memperkuat pasukan perdamaian PBB di sana. Ia mengatakan, dukungan tersebut sejalan dengan amanat internasional untuk memperkuat upaya perdamaian di dunia, khususnya menyangkut bencana kemanusiaan Palestina. Dalam kesempatan tersebut beberapa isu dibahas seperti, soal keamanan pangan, pengentasan kemiskinan, pelanggaran HAM, serta bencana kemanusiaan di Palestina.
Ketika pembicaraan berlangsung penuh retorika, Palestina press agency yang dikutip kanal telegram Gazamedia merilis kondisi terkini kasus genosida warga Gaza hingga hari ke-408(17-11-2024 atau 15 Jumadil awal 1446 H). Menyatakan, bahwa selama 24 jam terakhir, Zionis Laknatullah kembali melakukan serangan brutal yang menarget beberapa keluarga di wilayah Jalur Gaza. Tercatat ada 96 orang yang syahid dan 139 orang lainnya luka-luka pada serangan tersebut.
Akibat serangan brutal zionis laknatullah, angka ini menambah jumlah korban genosida zion*s sejak (7/10/2023), hingga hari ke-408 menjadi 43.846 orang syahid dan 103.740 orang luka-luka. 74% di antaranya adalah wanita dan anak-anak, angka ini belum termasuk para korban yang terkubur di bawah reruntuhan dan tidak bisa dievakuasi karena keterbatasan alat dan sumber daya.
Adapun serangan zion*s berlanjut, penduduknya juga memblokade truk-truk bantuan pangan ke Gaza, juga mengakibatkan kelangkaan bahan makanan, air bersih dan obat-obatan. Sehingga memperburuk penderitaan warga di jalur selatan Gaza, dan lebih dari 70% penduduk Gaza alami kelaparan parah.
Bahkan di laporkan juga, ternyata serangan tersebut bukan hanya terjadi di jalur Gaza. Pada hari yang sama. Zion*s juga menyerang beberapa kota di tepi Barat, dan ibu kota Lebanon, Beirut, dll, lagi- lagi dengan alasan membela diri. Bahkan, kembali banyak warga sipil menjadi korban.
Adapun sejumlah pelajaran penting untuk umat, tentang sifat kaum kafir dalam memusuhi kaum muslim.
Allah SWT berfirman dalam (TQS.Al-Anfal : 73).”orang-orang kafir itu, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Jika kalian tidak melaksanakan perintah Allah (untuk saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.”
Dalam ayat tersebut Allah SWT, juga mengingatkan akan kerusakan besar yang terjadi, jika umat muslim tidak melaksanakan perintah-NYa.
Genosida dan penghancuran kawasan Gaza yang terjadi hari ini tidak lepas dari sikap para penguasa muslim terutama para pemimpin Arab. Mereka malah memberikan loyalitas kepada para penguasa negara-negara barat yang mendukung kekejaman zion*s laknatullah.
Sebaliknya, nyaris tidak ada pembelaan dari para penguasa muslim itu untuk kaum Muslim di Gaza, kecuali hanya retorika dan logistik ala kadarnya. Juga sikap pengecut zion*s laknatullah terlihat dari sejumlah eksekusi yang dilakukannya terhadap warga sipil seperti; tawanan, anak-anak, wanita, lansia, bahkan penyandang disabilitas. Namun, justru mereka kocar-kacir ketika menghadapi serangan balasan dari para pejuang muslim.
Adapun sifat para penguasa hari ini, mereka egois, pengecut, sekaligus pengkhianat. Meski punya kekuatan militer besar, para pemimpin dunia Arab dan Islam, memilih untuk tetap menempatkan pasukan mereka di barak-barak mereka ketimbang mengirimkan pasukan mereka itu untuk membela darah dan kehormatan umat. Mereka berpura-pura membela Gaza lewat politik retorika atau sekedar memerintahkan doa-doa untuk Palestina.
Adapun problem di Gaza juga tidak akan bisa selesai dengan cara-cara retorika diplomatik apalagi perdamaian oleh PBB, liga Arab, maupun OKI. Bahkan tidak ada satupun juga pemimpin dunia Islam yang punya itikad menolong Gaza secara tuntas.
Hanya Islam yang bisa memberikan solusi yang hakiki, untuk menyelesaikan persoalan ini dengan (Jihad dan Khilafah). Allah Swt berfirman dalam,(TQS. Al-Baqarah : 191). “Perangilah mereka oleh kalian, di mana saja kalian menjumpai mereka, dan Usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.”
Haram hukumnya berdamai dengan kaum penjajah dan menerima eksistensi mereka di tanah air kaum muslim. Jika kaum muslim memiliki perisai untuk melindungi diri dari zion*s laknatullah.
Rasulullah SAW telah bersabda; “Sungguh imam (Khalifah) itu adalah perisai (pelindung umat). (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Sekarang saatnya kita kembali melaksanakan perjuangan untuk mengusir zion*s laknatullah dan menolong saudara seiman, Insya Allah. Wallahu a’lam bishawab.

