Oleh : Deswayenti ST (Pemerhati Pendidikan,
Owner Rumah Peradaban SNC Rumah Pintar Ummi, Pelembang)
Sekolah mahal!
Semua setuju, pendidikan sangatlah penting dan kewajiban menuntut ilmu telah di terangkan dalam Al-quran dan Hadist. Bahkan ayat pertama yang turun kepada Rasulullah SAW adalah surat Al-Alaq yang artinya “Bacalah!” (QS. Al-Alaq : 1).
Dan dalam sebuah Hadist disebutkan keutamaan mempelajari ilmu pengetahuan. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” ( HR. Muslim, no. 2699).
Biasanya di bulan-bulan ajaran baru Juni dan Juli lembaga-lembaga sekolah mulai gencar mempromosikan lembaga pendidikannya. Seperti yang dilakukan salah satu pemilik lembaga pendidikan yang terkenal di kota ini.
DI BUKA BULAN JULI 2024 TK, SD, SLTP, SMA DAN PERGURUAN TINGGI TERKENAL
Fasilitas : Gedung baru 4 lantai di atas tanah 5000m2, jumlah murid 25 perkelas, laboratorium komputer dan bahasa, perpustakaan, lapangan olah raga taraf internasional plus kolam renang, guru profesional lulusan universitas dalam dan luar negeri, kelas full AC.
Biaya : Rp. 25.000.000 juta/ semester
Uang sarana pendidikan : Rp. 10.000.000
SPP : Rp. 2.500.000/bulan
Makan siang : Rp. 2.000.000/bulan
Menggunakan metode belajar : Quantum learning, masteri learning, active learning, learning by doing.
Wah..! Sudah terbayang di benak kita seperti apa sekolah ini. Dengan segala fasilitas dan kualitasnya membuat kita berdecak kagum. Ah, andai saja semua sekolah seperti ini. Tapi begitu sadar budget yang harus di keluarkan, orang tua yang tidak berpunya hanya bisa mengurut dada. Menyekolahkan anak untuk tingkat SD saja membutuhkan biaya sebesar itu, bagaimana jika mempunyai beberapa anak dengan jenjang pendidikan yang berbeda orang tua mana yang tidak ketar-ketir.
Tidak dipungkiri pendidikan di Indonesia merupakan adopsi dari berbagai sistem pendidikan internasional. Pendidikan menjadi bisnis yang menjanjikan, pemikiran para pemilik lembaga pendidikan cenderung berorientasi pada komersialisasi pendidikan. Untuk sekolah yang menyediakan sistem pengajaran yang bagus dan fasilitas yang lengkap hanyalah untuk mereka orang borjuis. Padahal pendidikan diharapkan menjadi sektor yang bisa terjangkau oleh seluruh elemen masyarakat. Kapitalisme pendidikan tidak hanya saja menjangkiti jenjang perguruan tinggi bahkan untuk tingkat dasar dan menengah pun sangat di rasakan khalayak.
Lembaga-lembaga pendidikan berlomba-lomba mengatur strategi dengan program-program yang bisa merekrut banyak siswa dan menghasilkan dana sebanyak-banyaknya. Lembaga pendidikan tidak lagi sebagai wadah pemberdayaan umat. Kenyataan ini sangat pahit dan menyedihkan dalam sejarah umat.
Kita lihat untuk tingkat atas saja, dengan dalih bahwa sekolah harus membuat anak-anak punya keahlian maka biaya pendidikan dari tahun ke tahun terus naik pesat.
Miris sekali bukan? Sejatinya tujuan pendidikan adalah mencerdaskan umat dan harus merata di rasakan oleh setiap kalangan tidak hanya buat yang berpunya. Sistem pendidikan yang sudah di buat terkotak-kotak ini apakah membuat akhlak anak-anak generasi penerus kita semakin baik? Sepertinya tidak.
Selain itu tujuan pendidikan adalah mengikis habis kebodohan. Jika pemilik lembaga pendidikan hanya bertujuan memperbanyak pundi-pundi hartanya makan kemungkaran, kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan umat akan terus meningkat. Untuk itu perlunya sistem pendidikan yang menyeluruh untuk seluruh kalangan masyarakat bukan untuk menindas. Perlunya di tegakkan hukum-hukum Allah melalui pendidikan karena pendidikan adalah tulang punggung iman dan asas amal saleh bahkan Allah SWT. dalam sederet ayatnya secara terang menjamin akan mengangkat martabat kehidupan orang-orang beriman yang berpengetahuan. “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Mujaadilah:11)
Tanpa ilmu pengetahuan yang didapat dari pendidikan siapa pun akan kehilangan potensinya termasuk anak-anak dari orang tua yang tidak berpunya yang tadinya mempunyai potensi yang besar untuk perubahan negeri ini lebih baik tanpa bantuan dan tekanan dari negara lain. Sebuah kekuatan peradaban akan bangkit jika umat merapatkan barisan untuk memberdayakan potensi pewaris bumi Pertiwi ini.
Bagaimana Islam mengatur pendidikan?
Pendidikan dalam Islam bukan hanya untuk orang berpunya, negara tidak boleh membebani rakyat dengan biaya pendidikan yang tinggi. Keadilan dalam mendapatkan pendidikan yang terbaik bukankah merupakan tujuan salah satu sila dasar negara kita yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tapi kenyataannya jauh panggang dari api. Islam mengajarkan agar pendidikan dapat mendidik umat agar menguasai semua ilmu yang terus berkembang di setiap zamannya, tapi tetap di atas koridor hukum syara’.
Islam menetapkan sumber pembiayaan pendidikan sesuai dengan hukum syariah yang tentu saja tidak membebani umat. Sumber ini bisa berasal dari sejumlah pihak. Pertama, warga secara mandiri artinya individu rakyat membiayai dirinya untuk bisa mendapatkan pendidikan dengan biaya sendiri tanpa harus terbebani dengan pajak. Kedua, infak atau donasi serta wakaf dari umat untuk keperluan pendidikan baik sarana dan prasarana maupun biaya hidup para guru dan para pelajar karena Islam mendorong sesama muslim untuk menolong mereka yang membutuhkan.
Rasulullah SAW bersabda “Siapa saja yang melepaskan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin maka Allah SWT akan melepaskan dirinya satu kesusahan pada hari kiamat, siapa saja yang memudahkan urusan orang yang kesulitan makan Allah SWT akan memudahkan urusan di dunia dan akhirat.” (HR.Muslim)
Dengan mendapatkan pendidikan yang berkualitas tanpa beban biaya pendidikan yang mahal umat ini akan menjadi kekuatan yang besar dan tidak akan tergantung lagi dengan negara lain dan kebangkitan umat akan kejayaan peradaban Islam akan terwujud.
Wallahu’alam

