Kliksumatera.com Lahat — Komunitas Belajar (Kombel) Mata Pelajaran IPS jenjang SMP Kabupaten Lahat mencatat sejarah baru dengan menggelar kegiatan Studi Lapangan Mengenal Situs Megalitik Batu Puteri, Sabtu, 31 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan studi lapangan pertama yang dilaksanakan Kombel IPS Kabupaten Lahat sejak terbentuk dan aktif dalam satu tahun terakhir.
Ketua Kombel IPS Kabupaten Lahat, Winarno, S.Pd, menjelaskan bahwa meskipun Komunitas Belajar secara nasional telah terbentuk sejak tahun 2024, namun kegiatan Kombel IPS di Kabupaten Lahat baru berjalan intensif dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
“Selama ini kegiatan Kombel kami laksanakan di sekolah. Hari ini menjadi kegiatan studi lapangan pertama, dan kami sangat bersyukur dapat langsung belajar di situs megalitik Batu Puteri di Desa Tanjung Telang, Kecamatan Merapi Barat. Mayoritas peserta belum pernah mengunjungi situs ini sebelumnya,” ujar Winarno dalam sambutannya.
Kegiatan tersebut didampingi oleh Kepala SMP Negeri 2 Merapi Barat, Agusti Mastura, S.Pd, Sekretaris Kombel IPS Kabupaten Lahat, Martinus Toncey B.B, S.Pd, serta jajaran pengurus Kombel lainnya. Studi lapangan ini dikemas dalam bentuk observasi langsung dan diskusi ilmiah dengan tema Pengenalan Sejarah Megalitik Batu Puteri.
Menurut Winarno, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru IPS terhadap sejarah lokal serta mendorong pemanfaatan situs sejarah sebagai sumber belajar kontekstual di sekolah.
Kegiatan Kombel IPS Kabupaten Lahat ini mendapat sambutan positif dari Kristanto Januari, S.S, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumatera Selatan. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama dalam melestarikan peninggalan megalitik agar dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Pelestarian situs megalitik bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang pengembangan edukasi dan pariwisata yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Lahat dan Sumatera Selatan,” ujarnya.
Studi lapangan perdana ini juga menghadirkan Mario Andramartik, pemerhati budaya Kabupaten Lahat yang pernah meraih penghargaan sebagai Penggerak Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, sebagai narasumber utama. Mario memaparkan secara detail sejarah Situs Megalitik Batu Puteri dengan menampilkan data tertulis sejak awal penemuan pada tahun 1931 hingga kondisi terkini, lengkap dengan dokumentasi foto.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai situs megalitik yang terdapat di sejumlah negara serta daerah lain di Indonesia sebagai bahan perbandingan dan pengayaan wawasan.
Salah satu peserta, Eliza Setyawati, S.Pd., M.Pd, guru SMP Negeri 2 Merapi Barat, mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi guru IPS di Kabupaten Lahat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat dan mempelajari langsung situs megalitik Batu Puteri. Ini menjadi sumber belajar autentik yang menarik dan bermakna bagi peserta didik nantinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Martinus Toncey B.B, S.Pd, berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak situs sejarah lokal lainnya yang ada di Kabupaten Lahat.
“Melalui kegiatan ini, guru IPS diharapkan mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran ke dalam proses belajar mengajar, sehingga peserta didik semakin mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya daerahnya,” tandasnya.
Laporan wartawan Novita

