Kliksumatera.com, PALEMBANG- Hari ini kita melaksanakan kegiatan program Padat Karya tahap kedua secara total yang melibatkan 63 pekerja, Selasa (8/11/2022). ”Program Padat Karya ini sendiri sebelumnya sudah ada tahap pertama yang dilakukan di bulan Maret di 7 titik lokasi yang hampir sama lokasinya. Yaitu yang pertama di dermaga kantor distrik navigasi kelas 1 Palembang dengan tenaga kerja sebanyak 10 orang dengan pekerjaan pembersihan halaman dermaga kemudian lokasi kedua di kantor distrik navigasi kelas 1 Palembang dengan tenaga kerja sebanyak 5 orang dengan pekerjaan pengecatan pagar kantor, dua lokasi stop Palembang di Kenten dan di pandawa dengan tenaga kerja sebanyak 18 orang,” jelas Marta Hardisarwono SE., M.Si Kepala Kantor Distrik Navigasi Kelas 1 Palembang.
Untuk kegiatan pembersihan dan pengecatan israf Palembang Pendawa serta pekerjaan pemeliharaan halaman desktop Pelabuhan Banten serta 3 lokasi di rambu suar alur pelayaran Sungai Musi yaitu ramzo Selat Banjar RAM 10 dengan tenaga kerja sebanyak 25 orang dengan pekerjaan pembersihan lahan dan pengecapan pengecatan lampu suar.
Lanjutnya menuturkan, kemudian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di satu titik lokasi yaitu lokasi di menara suar Tanjung Kalian dengan tenaga kerja sebanyak 5 orang dengan pekerjaan pemeliharaan bangunan dan pagar menara suar.
Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pekerjaan bagi masyarakat sekitar untuk menambah pendapatan mereka dengan melibatkan tenaga-tenaga non skill dalam hal pembersihan dan pengecatan yang memang biasa mereka lakukan. Hal ini juga untuk mendongkrak perekonomian mereka di masa pandemi ini yang kita ketahui sudah sangat menurun. “Kemudian malah ada yang doubles sehingga kita libatkan dari masyarakat sekitar tapi ada juga beberapa ketua RT yang hadir,” ungkapnya.
Lamanya pengerjaan 10 hari ada juga yang 5 hari, dimulai hari ini di 11 titik dan ini dilaksanakan pada tanggal 8 sampai 17 November 2022.
Padat Karya ini bertujuan membantu masyarakat sekitar yang Nonskill untuk menambah penghasilan mereka. “Kebetulan di kita kan tidak ada proyek artinya kalau kita enggak ada proyek terus kita enggak lakukan Padat Karya ya salah juga, akhirnya kita kumpulkan para pekerja disekitar kita panggil kita bentuk tim pekerja yang Non Skill dengan upah yang cukup lumayan 140 ribu termasuk makan itu tergantung lokasinya,” tutup Marta Hardisarwono saat diwawancarai di halaman Kantor Navigasi Kelas 1 Palembang.
Laporan : Akip
Editing : Imam Gazali

