Kliksumatera.com, WAY KANAN- Masdalena salah satu Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (KPM BPNT) pertanyakan 10 Bulan SALDO yang kosong yang beralamat tinggal di Kampung Tanjung Bulan Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan.

Saat dikonfirmasi awak media kliksumatera.com, di kediamannya Masdalena menuturkan bahwa sudah 10 bulan ini Saldo BPNT atas nama dirinya masih kosong, Sabtu (30/10/2021).
Hal senada dengan Elis Midarti, ia menuturkan bahwa dirinya sebagai pemerima BPNT sudah 10 bulan juga saldonya kosong begitupun bantuan Program Keluarga Harapan / PKH atas nama dirinya sampai saat ini zonk.


Terpisah, awak media Kliksumatera.com, mengonfirmasi Didik selaku petugas TKSK Kecamatan Kasui melalui jaringan seluler ia menjelaskan. “Sekarang ini data sedang divalidasi semua, karena banyak data KPM BPNT yang tidak Valid. Apabila ada KPM BPNT yang sudah 10 bulan saldo nya kosong seperti itu, coba kirimkan Fhoto Kartu Keluarga/KK dan Kartu BPNT-nya, nanti akan kami cek apabila datanya sudah valid. Inshaa Allah akan keluar bahkan ada kemungkinan dirapel beberapa bulan saldonya yang kosong itu,” terang Didik.
Edi, salah satu pegawai Dinas Sosial Kabupaten Way Kanan menjelaskan saat di hubungi via telpon. “Jadi KPM atas nama Ibu Masdalena ini terjadi perbedaan nama itu permasalahannya kemudian yang kedua atas nama ibu ini di temukan ganda. Sebelumnya sudah terdaftar sebagai penerima PKH kemudian muncul lagi sebagai penerima BPNT Murni. Sehingga dari 2 poin ini sudah di perbaiki oleh pendampingnya. Kemudian sudah di kirimkan ke pihak Kementrian nanti finishnya itu di kementrian seperti apa hasilnya. ”Nah, selanjutnya perlu diketahui juga bahwa persoalan ini bukan hanya di Way Kanan saja. Kalau di Way Kanan kemarin itu hampir sekitar 5000 an, tapi permasalahan ini bukan hanya di Way Kanan saja tetapi di seluruh Indonesia. Tapi yang terpenting nama-nama nya sudah diperbaiki dulu, andai kata semua sudah valid nanti dengan sendirinya akan muncul tinggal tunggu dan mohon bersabar,” tandas Edi.
Laporan : Jamatus
Posting : Imam Ghazali

