Oleh : Nina Fanindra
Kondisi Palestina yang saat ini kian hari kian tidak menentu. Penderitaan rakyat Gaza belum berakhir. Pasalnya Israel laknatullah terus saja menyerang permukiman warga, baik itu memborbardir gedung-gedung kosong maupun tenda-tenda darurat yang berisikan para pengungsi warga Palestina itu sendiri. Perbuatan mereka justru bertambah brutal. Mereka sengaja menjatuhkan bom ke tenda yang berisikan para wanita dan anak-anak. Sehingga korban banyak terluka hingga meninggal dunia.
Tidak hanya itu, mereka juga mengincar para wartawan yang terus memberitakan kejadian yang terjadi di Gaza Palestina. Mereka tidak suka kalau kejadian di Palestina mendapat sorotan publik dari dunia luar. Seperti berita yang dilansir Jakarta, CNN Indonesia — Jurnalis foto yang pernah viral karena menulis pesan menyentuh sebagai bentuk dukungan untuk Gaza, Fatima Hassouna, tewas dalam serangan brutal Israel pada pekan ini.
Kementerian Kesehatan di Gaza pada Jumat (18/4) menyatakan Fatima tewas bersama tujuh anggota keluarganya di kediaman mereka di Jalan Al Nafaq, Kota Gaza. Kementerian juga menyatakan kedua orang tua Fatima selamat tetapi mengalami luka serius dan dirawat di Intensive Care Unit (ICU).
Sepupu Fatima, Hamza Hassouna, menyebut serangan itu terjadi pada Jumat. “Saya sedang duduk saat tiba-tiba dua roket jatuh. Satu di sebelah saya, dan satu di ruang tamu,” kata Hamza. Rumah yang mereka tinggali, lanjut dia, hancur dan menimpa anggota keluarga yang berada di dalam.
Sungguh perbuatan biadab, apa yang dilakukan oleh tentara zionis Israel. Sejak diputuskan gencatan senjata, antara pasukan Hamas dan tentara Israel. Korban warga Palestina masih saja berjatuhan. Menandakan bahwasanya janji yang diutarakan oleh zionis tidak bisa dipercaya sama sekali. Mengadakan perundingan dengan zionis Israel laknatullah adalah perbuatan yang sia-sia. Mereka selalu ingkar janji sejak zaman nabi terdahulu. Seperti firman Allah dalam QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 70 :
“Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, (maka) sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.”
Jelas dari ayat tersebut bahwa ucapan yang keluar dari perkataan zionis Israel tidak dapat dipercaya. Apalagi melakukan perjanjian perang. Mereka selalu mengingkari apa yang sudah ditetapkan dalam prosedur perang. Dimana seharusnya tidak boleh menyerang wanita, anak-anak, lansia. Gedung sekolah, Rumah Sakit. Tetapi mereka masih saja melanggar aturan-aturan tersebut.
Inilah dampak dari penerapan sistem kapitalis sekuler. Nyawa manusia tidak ada harga sama sekali. Padahal dalam sebuah hadis mengatakan bahwa. Dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).
Meski banyak nyawa yang hilang akibat genosida yang dilakukan zionis Israel, tetapi hal tersebut tetap saja tidak menggugah hati para pemimpin muslim di seluruh dunia. Partisipasi mereka hanya sebatas mengecam dan mengutuk perbuatan biadab tersebut. Tanpa adanya aksi nyata. Meski hanya memberi bantuan makanan dan obat-obatan. Sebagai saudara sesama muslim, seharusnya negeri-negeri muslim membantu saudaranya yang tertindas dan dibantai. Dengan mengirimkan pasukan bala tentaranya untuk melawan zionis. Mengerahkan kendaraan tank baja yang berjumlah ratusan bahkan ribuan. Jika umat muslim bersatu, maka hal ini akan membuat para zionis mundur.
Inilah yang seharusnya dilakukan oleh tentara-tentara muslim. Dengan dikomandoi oleh satu pemimpin umat muslim di seluruh dunia yaitu seorang khalifah. Khalifah merupakan Junnah (perisai) bagi rakyatnya, mereka berlindung dibelakangnya. Ketika terjadi konflik di suatu wilayah, maka khalifah akan mengerahkan tentaranya untuk terjun ke lapangan. Para tentara muslim yang sudah dilatih, tidak akan dibiarkan menganggur. Tugas mereka adalah mengamankan situasi yang sedang konflik. Apabila mereka meninggal ketika berperang, maka mati mereka dalam keadaan jihad Fii Sabilillah.
Allah memerintahkan umat muslim untuk membantu saudaranya yang tengah dilanda kesulitan. Bantuan saudaranya sangat dibutuhkan. Apalagi jika seluruh tentara muslim yang ada didunia ikut terjun dalam peperangan, maka kaum muslim memiliki kekuatan yang tidak mudah dikalahkan oleh musuh. Disinilah perlunya menyeru persatuan umat. Umat harus bergerak menuntut penguasa muslim untuk melaksanakan kewajiban menolong palestina dengan menegakkan jihad dan khilafah.
Tanah Palestina merupakan tanah kharajiyah, yaitu tanah milik kaum muslim. Dimana dahulu pernah ditaklukkan oleh Khalifah Umar bin Khathab dan juga Salahuddin Al Ayyubi. Mereka membebaskan palestina dengan jalan Jihad, bukan melalui kompromi dan diplomasi. Umat muslim saat ini bisa saja merebut kembali tanah suci Al Quds setelah khilafah ala minhaj nubuwwah tegak kembali. Maka dari itu umat muslim wajib menyuarakan tegaknya khilafah di seluruh dunia. Wallahu a’lam bishawab

