Oleh : Jumiliati
Susu merupakan salah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh tubuh kita guna mendapatkan gizi yang seimbang. Itu karena zat yang terkandung di dalamnya merupakan sumber protein hewani yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.
Pekan lalu pada tanggal 8 November 2024, menurut harian berita Tempo.co Boyolali puluhan peternak sapi perah dan pengepul susu di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dalam beberapa waktu terakhir ini terpaksa membuang susu hasil panen mereka.
Peristiwa itu terjadi sebab pabrik atau industri pengelolaan susu (IPS) membatasi kuota penerimaan pasokan susu dari peternak dan pengepul susu. Mereka beralasan penolakan susu dari peternak lokal dilakukan untuk pemeliharaan mesin.
Karena batasan tersebut pada Jum’at pagi 8 November 2024 pukul 8.00 WIB mereka membagi – bagikan susu secara gratis di sekitar simpang Lima Boyolali kota. Dalam 15 menit susu sebanyak 500 liter pun ludes diberikan kepada warga di sana. Setelah itu mereka mendatangi kantor Dinas Peternakan untuk mengadakan masalah mereka dan meminta izin untuk membuang susu yang tidak bisa dipasok ke IPS.
Sebenarnya kejadian seperti ini bukanlah kali pertama terjadi, ujar Sugianto yang merupakan salah satu peternak dan pengepul susu sekaligus Ketua Koperasi Peternakan dan susu Merapi (KSPM) Seruni, Boyolali, sesebelumnya di kabupaten Pasuruan Jawa Timur juga terjadi hal yang sama seperti yang dialami oleh peternak dan pengepul susu di Boyolali, kerena koperasi miliknya masuk NSP Pasuruan yang memasok salah satu IPS di Jakarta.
Pemeliharaan mesin merupakan alasan yang dipakai untuk membatasi kuota penerimaan susu, Sugianto juga mengatakan pembatasan kuota tersebut telah terjadi sekitar September lalu. Rupanya hal ini terjadi karena adanya kebijakan impor susu oleh pemerintah, sehingga susu yang dihasilkan peternak lokal tidak lagi di kelola oleh pabrik atau IPS.
Pemerintah sebagai pelindung dan pengayom masyarakat seharusnya dapat membantu dan mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan rakyat nya, bukan malah mengorbankan rakyat demi ambisi semata.Beginilah realitas yang dialami oleh masyarakat yang hidup didalam sistem kapitalisme liberalisme, segala kebijakan yang yang dibuat oleh negara hanya berdasarkan asas manfaat.
Kebijakan impor susu yang diambil pemerintah dilakukan dengan dalih kualitas susu impor lebih baik dari kualitas susu lokal, hanyalah alasan belaka semua itu dilakukan karena dengan diambil nya kebijakan impor negara berharap memiliki keuntungan yang lebih besar dengan negara pengekspor.
Berbeda negara yang memakai sistem pemerintahan Islam sebagai dasar negara nya, negara Islam telah mengukir sejarah selama 13 abad lamanya membawa umat dalam masa gemilangan.Negara Islam akan dengan senang hati menerima dan membantu upaya rakyat yang dengan susah payah berusaha untuk memberikan kontribusi terbaiknya untuk negara.
Bila di negara Islam tentu saja negara akan dengan senang hati memasok susu lokal untuk memenuhi kebutuhan susu nasional, bila pun susu yang dihasilkan peternak dan pengepul susu belum mampu menyuplai seluruh kebutuhan susu nasional, maka negara akan dengan senang membantu meningkatkan produksi susu dengan memberikan modal kepada peternak dan pengepul susu agar dapat mereka gunakan untuk meningkatkan kuantitas produksi dan kualitas susu.
Sesungguhnya semua kerusakan dan kemudaratan yang terjadi diatas bumi ini adalah karena telah ditinggalkannya aturan Allah dalam mengatur kehidupan.Allah SWT sebagai sang Kholiq atau yang Maha Pencipta telah manusia sekaligus dengan seperangkat aturan yang telah ditentukan oleh nya.
Allah menciptakan manusia tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada-Nya, ibadah tak hanya sekedar ibadah ritual saja seperti sholat, puasa, membayar Zakat dan naik haji. Ibadah yang dimaksudkan adalah mengingat Allah SWT dalam setiap waktu dan keadaan serta melakukan semua apa yang Allah perintahkan secara keseluruhan atau sering disebut secara kaffah.
Allah SWT telah mengutus Rasulullah Saw sebagai suri tauladan yang harus kita jadikan panutan. Rasulullah Saw tidak hanya mewariskan kita dengan ibadah ritual saja.Rasulullah Saw juga mewariskan bagaimana cara beliau mengurus negara, beliau telah mendirikan negara Islam yang mengatur setiap Sendi kehidupan dengan semua aturan Islam.
Bahkan Allah SWT juga telah menegaskan :
Apa saja yang Rasul bawa kepada kalian, terimalah. Apa saja yang dia larang atas kalian, tinggalkanlah (TQS. Al-Hasr : 59). Dengan aturan tersebut telah kita buktikan sendiri bahwa Islam mampu melindungi serta menaungi setiap umat bukan hanya umat Islam saja seluruh umat manusia dan membawa semua umat pada masa kegemilangan.
Melirik sejarah diatas membuat kita rindu untuk merasakan Islam kembali tegak dan memimpin seluruh umat manusia untuk mencapai kesuksesan didunia dan diakhirat.Marilah kita kembali kepada Islam dalam mengambil hukum, dengan mencerdaskan masyarakat agar mereka seluruhnya sadar hanya dengan hukum Allah saja keamanan dan ketenteraman hidup dapat kita raih. Ketenteraman hidup. Wallahua’lam bisshowab.

