Kliksumatera.com, LAHAT- Potret Guru di Kabupaten Lahat Sumsel, kembali tercoreng oleh ulah Oknum Guru ASN P3K Elfitri Dayani yang mengajar di SDN 6 Merapi Timur Kabupaten Lahat Sumsel. Dia diduga melakukan penganiyaan terhadap AH seorang Pelajar SMK Negeri di Lahat.
Berikut kronologis kejadian Oknum mempunyai anak bernama NA merupakan sahabat karib AH (Korban). Kejadian pada tanggal 24 Jan 2024 sekitar pukul 16.00 Wib, NA dan WN adalah sahabat. AH datang ke rumah AH di Gg Rambai Kelurahan Pasar Lama dengan tujuan berkunjung saja, setelah agak lama NA izin pulang minta diantar Ah.
Karena WN tidak bisa mengantar NA dikarenakan ditelepon bapaknya untuk segera pulang, akhirnya AH meminta izin kepada ibunya untuk mengantar NA pulang ke rumah NA yang beralamat di Desa Selawi. Namun sesampai di sana, Ibu dari NA ini marah langsung tanpa babibu marah dan mengatakan dengan NA anaknya “ngak usah pulang sekalian,” ujar ibunya.
Dan AH juga kena semprot “kau anak ngak ada malunya, dan caci-maki lainnya sambil memukul AH dengan batu berkali- kali ke kepala dan bahu kanan AH. Pada saat kejadian AH masih berada di atas motor dan masih mengenakan helm sehingga mengakibatkan helmnya retak, tidak puas, Oknum ASN P3K ini yang mengajar di SDN 06 Merapi Timur menghajar AH dengan batu segenggam tangan yang juga mengakibatkan bahu sebelah kanan korban mengalami luka lebam.
NA sebagai saksi dan berteriak “sudahlah Mama, jangan dipukuli, AH itu ngak salah, sudah ma nanti bapaknya marah, bapak AH ni Tentara, lalu Oknum tersebut menjawab dengan ketus “saya tidak takut walau tentara sekalipun”.
AH hanya terdiam dan tak berani melawan ibu NA tersebut. Lalu dia pulang ke rumahnya, sesampai di rumah AH tidak bercerita dengan kedua orang tuanya. Kejadian ini ditutup rapat- rapat oleh dia sendiri.
Selang 5 hari kemudian salah satu dari sahabat AH yaitu AM dan Cel bercerita dengan Ibu AH menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya. Kontan saya Ibu dari AH sangat terpukul dan marah, kenapa anaknya disakiti oleh orang dewasa, lalu ibu AH mengadu ke suaminya atas kejadian yang menimpa putrinya.
Keesokan harinya tanggal 29 Januari 2024 kedua orang tua berinisiatif mendatangi kediaman NA dengan tujuan ingin mengkonfirmasi kejadian yang dialami anaknya namun ibu NA sedang tidak berada di rumah hingga akhirnya orang tua AH memutuskan untuk bertemu dengan Kades Selawi agar mempertemukan degan ibu NA dan meminta kejelasan tentang peristiwa yang dialami AH.
Pada hari pertama dipanggil Kades, Oknum mangkir, lalu pulang dengan hampa. Hari kedua dipanggil lagi oleh Kades Selawi Don Praktino melalui surat namun hasilnya nihil.
Geram atas kejadian dan berkelitnya oknum tersebut, lalu orang tua AH mengadukan hal ini ke Polres Lahat ke PPA (perlindungan Perempuan dan Anak). Ketika Awak Media mengkonfirmasikan ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Lahat Niel Aldrin SE, MAP hanya menjawab “tuape ndak di tanggapi”.
Andi Irawan SPd, MPd Ketua Ikatan Guru Indonesia Cabang Lahat menyayangkan ulah Oknum Guru PPPK, dengan bijak beliau mengatakan “apapun permasalahannya, terlepas salah dan tidaknya Anak tersebut (Korban) harusnya tahan emosi dan perasaan. Kita ini seorang Pendidik menjadi panutan anak didik kita,” ujar KetuaI IGI Andi Irawan SPd, MPd dan berharap masalah ini cepat selesai dengan baik.
Laporan : Novita
Posting : Imam Gazali

